Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebagai makhluk hidup, terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan kemauan dan keinginan kita. Untuk meluapkan hal tersebut, kita perlu yang namanya bercerita kepada orang lain.
Tetapi, terdapat hal-hal yang kita bagikan terlalu cepat atau sering membuat orang lain menjauh secara perlahan-lahan. Bukan karena niatnya yang buruk, tetapi cerita tersebut yang berlebihan, terlalu cepat, dan terlalu banyak.
Cerita terlalu banyak, terlalu cepat, dan berlebihan disebut dengan oversharing. Oversharing merupakan kondisi seseorang yang terlalu terbuka atau suka bercerita mengenai hal-hal pribadi yang membuat suasana menjadi aneh.
Baca Juga: Danrem 082/CPYJ Mojokerto Terus Monitor Kasus Pencurian Kabel PT Telkom
Terdapat beberapa hal yang lebih baik disembunyikan dan dirahasiakan dari orang lain, seperti pengalaman pribadi yang sensitif atau informasi yang belum siap dibagikan. Dengan menahan diri untuk tidak bercerita sembarangan, kitab isa menjaga keseimbangan hubungan sosial dengan orang-orang disekitar kita.
Pada artikel ini, ketahui 5 hal yang sebaiknya tidak diceritakan kepada orang lain agar orang lain tidak memandang rendah kamu dan dapat membangun kehidupan yang lebih tenang dan terjaga.
1. Menceritakan Tujuan yang Belum Terealisasi
Baca Juga: Desa Trawas, Kecamatan Trawas Gandeng Kaum Muda dalam Menjaga Keseimbangan Alam
Membagikan rencana atau tujuan kita tentu dapat membuat kita menjadi lebih semangat. Apalagi jika langsung mendapat dukungan atau support. Tetapi, biasanya otak langsung semangat sebagai pencapaian palsu, padahal belum melakukan pergerakan sama sekali.
Dalam studi New York University menyebutkan bahwa orang yang menjelaskan tujuan ke orang lain dapat membuat kita lebih malas mengerjakannya dibandingkan dengan mereka yang diam-diam tetapi bertindak.
2. Konflik dengan Keluarga dan Pasangan
Baca Juga: PT Telkom Belum Melapor ke Polisi, Lima Pelaku Dipulangkan
Menceritakan masalah atau konflik dengan keluarga atau pasangan memang menjadi dilema tersendiri bagi kita. Niatnya mendapatkan dukungan dan saran dari masalah tersebut, tetapi, menceritakan masalah keluarga atau pasangan dapat merusak citra keluarga atau pasangan di mata orang lain.
Masalah dalam setiap hubungan merupakan hal yang wajar, tetapi lebih baik diselesaikan secara internal tanpa melibatkan orang lain agar terhindar penilaian buruk dari pihak luar. Jika memang perlu untuk bercerita, pilihlah orang-orang yang benar-benar kamu percaya.
3. Menceritakan Cerita Orang Lain
Baca Juga: Rumah di Jalan Brawijaya Terbakar, Merugi Seperempat Miliar
Menceritakan atau menyebarkan kehidupan orang lain tanpa izin dapat menjadi boomerang bagi diri kita sendiri, terlebih lagi jika cerita tersebut negatif. Meskipun kamu menenangkan dengan kalimat “Dia ga masalah kok,”, tetap saja berisiko membuka rahasia yang bukan milikmu.
Menjadi tempat cerita yang aman bagi rahasia orang lain justru membuat kita dilihat sebagai orang yang dewasa, dapat dipercaya, dan memiliki integritas. Di kehidupan yang berat ini, setidaknya kita memiliki satu orang yang dapat kita percayasehingga kita bebas bercerita apa saja, tanpa khawatir cerita kita akan bocor ke orang lain.
4. Masalah Keuangan
Baca Juga: Ornamen Jembatan Remuk dan Lenyap
Masalah keuangan merupakan masalah yang sensitif, sebaiknya tidak dibicarakan sembarangan Menceritakan masalah keuangan secara berlebihan dapat membuat kesalahpahaman atau menimbulkan pandangan yang negatif dari orang lain.
Lebih baik kamu menyimpan rahasia finansial dirimu. Dengan menyimpan informasi finansial, kamu dapat menjaga cota professional di lingkungan kerja dan sosial. Masalah keuangan tidak harus diketahui oleh orang lain. Kecuali, mereka berperan dalam memberikan solusi dan dukungan yang diperlukan.
5. Kebaikan yang Disebarluaskan
Baca Juga: Kurun 1907-1909, Soekarno Bersekolah di Sidoarjo
Berbuat baik memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia. Tetapi, jika setiap perbuatan baik kita selalu kita unggah atau bagikan di media sosial atau ceritakan kepada orang lain, hal tersebut dapat mengubah efeknya.
Lebih baik, kebaikan dilakukan secara diam-diam, seperti hadits “Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu”. Ketika kebaikan dilakukan secara diam-diam, hal tersebut mengarah ke dampaknya, bukan pelakunya. Kebaikan yang dilakukan diam-diam dapat menimbulkan rasa yang lebih tulus.
Itulah 5 hal yang tidak perlu kita ceritakan atau oversharing kepada orang lain. RENO
Editor : Imron Arlado