Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyebaran berita hoax semakin marak akibat perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga bisa diakses oleh siapa saja.
Penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi hal yang cukup memprihatinkan di kalangan masyarakat. Pasalnya, hal ini bisa menimbulkan gangguan pada hubungan sosial jika terus dibiarkan.
Pada sebagian besar kasus yang terungkap di media sosial, berita hoaks justru lebih cepat menyebar dibandingkan dengan berita yang informasinya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meski fakta telah mencuat, tidaak sedikit orang yang tetap kukuh dan lebih percaya dengan berita bohong tersebut.
Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang yang lebih menyukai berita hoaks. meski begitu, tidak semua orang menangkap informasi yang sama dengan apa yang ditangkap orang lain.
Perbedaan itersebut bisa menimbulkan masalah di kemudian hari dan bisa merugikan orang lain. Bahkan, tidak sedikit berita hoaks yang mampu merusak kesehatan mental seseorang.
Berikut alasan lain mengapa banyak orang lebih suka mendengar berita hoaks:
1. Lebih Senang Mendengar Berita yang Diinginkan
Alasan seseorang lebih cenderung percaya dengan berita hoaks adalah masyarakat senang dengan berita yang tersebar. Kondisi ini menyebabkan masyarakat mudah percaya dengan berita yang muncul.
Jika seseorang sudah menyukai kelompok tertentu dan memiliki opini yang kuat terhadap suatu objek tentunya masyarakat lebih nyaman dengan berita yang memiliki opini yang serupa meskipun kebenarannya belum tentu benar.
2. Merasa Memiliki Pandangan yang Paling Kuat
Penyebaran berita hoax cepat berkembang karena masyarakat berpikir bahwa pikiran dan sikap yang ia miliki paling kuat dan akurat. Kondisi tersebut dikenal sebagai konsep realisme naif.
Hal tersebut menyebabkan ketidak setujuan dengan sikap orang lain dan ia merasa paling akurat dan mengabaikan pandangan mereka meskipun itu salah.
3. Pengetahuan yang Terbatas
Rasa percaya terhadap berita yang muncul meskipun itu merupakan berita hoax bisa disebabkan karena pengetahuan yang minim terhadap suatu objek yang disukai, sehingga berita hoax kian tersebar semakin cepat.
Dari beberapa alasan penyebab banyak orang percaya dengan berita hoax, sangat penting untuk mencari tahu terlebih dulu apakah berita tersebut benar dan meuat fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut psikolog dari The University of Sheffield, Tom Stafford mengungkapkan bahwa rasa penasaran dan ingin tahu dapat membuat seseorang berfikir secara terbuka.
Untuk itu, biasakan mencari informasi mengenai hal yang disukai sebanyak-banyaknya agar terhindar dari berita bohong.
Umumnya, berita hoax memiliki judul berita yang cenderung provokatif dan suka mencari sensasi.
Jika menemukan berita dengan kriteria seperti itu, jangan langsung percaya dan sebaiknya cek kembali informasi yang dibaca dari berbagai sumber. Selain itu, jangan pernah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Berita hoaks juga bisa memengaruhi emosi dan mental seseorang. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan ragu bicara dengan psikolog.
()
Editor : Imron Arlado