JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Konten horor seperti pada film, drama, maupun konten video lainnya terkadang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penonton.
Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa orang-orang menyukai hal-hal menyeramkan layaknya menyiksa pikiran dan diri mereka terhadap perasaan ketakutan dan kecemasan.
Dark Curiosity bisa disebut sebagai perasaan ingin tahu mendalam terhadap hal-hal diluar nalar ataupun tidak etis yang mendorong seseorang untuk selalu penasaran terhadap hal tersebut.
Baca Juga: Benarkah Ailurophobia Bisa Berdampak Negatif pada Fisik dan Mental? Ketahui Faktanya Berikut Ini
Sama halnya dengan film maupun konten horor yang menyajikan alur cerita menegangkan, rasa dihantui dengan munculnya jumpscare hantu secara mendadak.
Namun hal ini justru menimbulkan rasa ketagihan dan memunculkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap alur cerita hingga ending cerita tersebut.
Alasan kenapa seseorang menyukai hal menyeramkan
Mencari rasa sensasi baru
Terkadang seseorang ingin mendapat sensasi baru yang belum pernah didapatkan seperti sensasi pengalaman menonton film horor dan hal-hal menyeramkan lainnya di kehidupan nyata.
Orang-orang seperti ini bisa sampai mengorbankan waktu mereka berjam-jam hanya untuk mendengarkan cerita atau bahkan menonton film horor untuk mengetahui kisah menyeramkan yang terjadi di sekeliling mereka.
Setelah menikmati hal-hal menyeramkan dan menamatkannya hingga selesai, otak seseorang akan memunculkan rasa kepuasan yang besar sebagai pertanda telah melewati ketakutan yang nyata.
Baca Juga: Film Angkara Murka Tayang Hari Ini! Cerita Raihaanun Saat Syuting Bikin Merinding
Perbedaan Tingkat agresivitas
Faktanya orang yang memiliki tingkat agresif yang tinggi justru lebih menyukai film horor. Hal ini dikarenakan orang-orang seperti ini cenderung lebih menyukai kekerasan dan malah menikmati konten kekerasan yang disajikan dalam konten horor yang di tonton.
Berbeda dengan orang yang memiliki tingkat agresif rendah, terkadang pasti akan merasa terganggu dengan konten kekerasan yang disajikan dalam konten horor sehingga merasa hal tersebut tidak menyenangkan.
Rasa empati
Seseorang dengan rasa empati yang rendah akan lebih menyukai film horor karena mereka pasti lebih menyukai rasa penderitaan yang dihadapi oleh pemeran protagonis yang dikejar-kejar oleh hantu.
Terdengar seperti memiliki rasa tega yang tinggi, namun terkadang memang seseorang seperti ini hanya bisa merasakan sensasi puas saat menonton film horor dengan pemeran yang merasa tersudutkan akibat ketakutan terhadap bayang-bayang menyeramkan yang dihadapi.
Faktor usia
Usia dewasa pasti memiliki pengalaman dalam mengatasi rasa takut saat menonton film horor dibandingkan dengan anak kecil.
Anak kecil pasti saat menonton film horor dengan tingkat keseraman biasa saja pasti akan merasa ketakutan karena memang belum memiliki pengalaman horor sebelumnya.
Berbeda halnya dengan remaja yang justru sangat tertarik menonton film horor. Usia ini merupakan usia dengan rasa penasaran yang tinggi.
Baca Juga: Ada yang Baru! Inilah Format dan Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Sehingga saat mampu menonton film horor sampai selesai remaja biasanya akan merasakan kepuasan tersendiri karena telah mampu bertahan dengan rasa ketakutan yang dihadapi.
Demikian beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang lebih menyukai hal-hal menyeramkan yang justru akan memacu adrenalin mereka sendiri.
Editor : Imron Arlado