JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mungkin kamu sering mengalami, setelah bertemu teman, menghadiri pesta, atau mengikuti event yang ramai bukan malah fresh, justru malah kelelahan.
Rasa nya, seperti energi terkuras habis, dan yang diinginkan adalah menyendiri di rumah. Bisa jadi social battery kamu lagi habis!
Istilah social battery menjadi populer untuk menggambarkan kapasitas energi mental dan emosional seseorang setelah melakukan interaksi sosial. Hal ini berkaitan dengan kapasitas setiap orang yang berbeda-beda.
Wajar jika seseorang cenderung merasa lelah, stres, atau bahkan kewalahan setelah berinteraksi sosial saat nongkrong.
Lantas, mengapa beberapa orang mudah merasa lelah setelah bersosialisasi dibandingkan yang lain? Mengapa social battery selalu dikaitkan dengan energi yang habis?
Apa itu Social Battery dan Mengapa Cepat Habis?
Dilansir dari website UPN Veteran Jawa Timur, social battery adalah tingkat energi atau kapasitas seseorang dalam melakukan interaksi sosial. Jika dianalogikan, sosial battery ibarat baterai ponsel. Setiap kali bersosialisasi, berbicara, mendengarkan, tertawa, bahkan berada di tengah keramaian seseorang akan menggunakan baterai ini.
Cepat atau tidaknya baterai ini habis juga tergantung dari kapasitas baterai yang dimiliki oleh seseorang. Ada yang memiliki kapasitas besar sehingga tidak mudah habis, ada yang memiliki kapasitas kecil sehingga mudah habis.
Menurut penjelasan pada artikel bincang perempuan, terdapat beberapa alasan mengapa baterai sosial tiap orang berbeda-beda. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan setiap baterai dari seseorang.
Baca Juga: Dua Motor Rem Blong, Enam Wisatawan Terluka di Jalur Pacet-Cangar Mojokerto
- Kepribadian, orang yang cenderung ekstrovert akan mendapatkan energi dari adanya interaksi, sebaliknya introvert akan mudah lelah ketika terlalu banyak berinteraksi.
- Jenis interaksi sosial, beberapa orang merasa menghadiri acara besar dan bersosialisasi dengan banyak orang menjadikan baterai mudah habis.
- Kualitas interaksi, ketika seseorang melakukan percakapan yang penuh dengan tekanan dan tidak suportif seseorang cenderung mudah lelah.
- Lingkungan eksternal, lingkungan yang ramai dan bising dapat merangsang sensorik sehingga mempercepat habisnya social battery.
- Tingkat stres internal, seseorang dengan indikasi kecemasan sosial atau adanya tekanan emosional menjadikan seseorang mudah lelah dalam situasi sosial.
Editor : Imron Arlado