JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kamu menjadi korban Ghosting? Ditinggalkan begitu saja tanpa adanya penjelasan.
Tentunya ketika menjadi korban ghosting rasanya begitu campur aduk antara bingung, marah, kecewa, bahkan merasa tidak berharga.
Perasaan untuk balas dendam itu manusiawi, namun membalas dendam dengan cara yang sama atau bahkan penuh dengan drama jelas tidak akan menyelesaikan masalah. Tenang, ada cara yang lebih elegan dan sehat untuk mengatasi ghosting, yang justru bisa bikin pelaku ghosting itu auto nyesel seumur hidup!
Balas dendam ini bukan untuk merendahkan orang lain, tapi untuk bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Berikut ulasannya!
Pahami terlebih dulu, kenapa dia melakukan ghosting?
Sebelum melangkah lebih jauh, penting sebagai korban juga memahami alasan pelaku memilih untuk meninggalkan tanpa alasan. Biasanya pelaku ghosting cenderung:
- Menghindari konflik, karena mereka takut untuk menghadapi percakapan yang tidak nyaman saat mengakhiri hubungan.
- Kurang terampil dalam berkomunikasi, pelaku cenderung tidak tahu cara mengakhiri hubungan dengan percakapan yang baik.
- Merasa tidak enak, pelaku biasanya merasa meninggalkan tanpa alasan adalah cara yang paling lunak untuk mengakhiri sesuatu, padahal cara ini justru menyakitkan.
- Kurang empati, tidak menyadari dan tidak peduli aka tindakan yang mereka lakukan dapat menyakiti perasaan orang lain.
- Memiliki masalah komitmen, sulit untuk menghadapi tanggung jawab dalam sebuah hubungan.
Dengan memahami kecenderungan pelaku ghosting kita tidak akan terlalu menyalahkan diri sendiri. Jika sudah paham akan karakter pelaku, kita akan lebih sadar bahwa bukan diri yang kurang, tapi tentang ketidakmampuan pelaku ghosting pada tanggung jawab sebuah hubungan.
Cara elegan balas dendam atasi ghosting
Kunci utama balas dendam elegan ini agar mereka menyesal adalah dengan transformasi diri sendiri dan tetap menjaga energi positif. Berikut beberapa caranya!
1. Prioritaskan diri sendiri
Fokus pada diri sendiri, dari pada harus meratapi kepergiannya. Cobalah untuk mengalihkan energi untuk melakukan hal-hal yang membuat bahagia. Misalnya dengan olahraga, menekuni hobi, menyibukkan diri dengan hal-hal baru.
Baca Juga: Stop Stalking Mantan di Medsos jika Tak Ingin Terganggu Secara Psikologis, Ini Alasannya
Jika perasaan sedih masih tetap mendominasi, cobalah untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, atau bahkan profesional. Agar dirimu tetap bahagia secara mental.
Jika dapat membahagiakan diri sendiri tanpa adanya dia, itu akan menjadi pukulan baginya. Justru melihat dirimu yang makin bersinar akan membuat pelaku ghosting merasa menyesal telah meninggalkan.
2. Hentikan kontak dan jangan mencari penjelasan
Begitu sadar kamu di ghosting, hentikan segala upaya untuk menghubungi atau mencari penjelasan. Mengemis jawaban hanya akan membuatmu terlihat putus asa dan memberinya kekuatan lebih.
Dengan tidak mengejar, kamu akan menunjukkan bahwa kamu menghargai waktumu dan energimu. Karena setiap orang pantas mendapatkan komunikasi yang jelas dan dihargai.
3. Fokus pada pertumbuhan dan perkembangan diri
Gunakan waktumu yang kamu berikan untuk dia sebagai waktu untuk proses mengembangkan diri. Cobalah untuk mempelajari skill baru, mengejar pendidikan, atau fokus pada karir.
Habiskan waktu dengan mereka yang lebih bisa menghargai kehadiranmu, mereka yang bisa menjadi support system terbaikmu. Karena ketika pelaku melihat kamu dengan versi terbaikmu tanpa dia, dengan pencapaian dan kebahagiaan baru, akan membuatnya menyesal dan menyadari dia kehilanganmu.
Pada dasarnya mengatasi ghosting bukan hal yang mudah, karena ghosting itu adalah putus yang paling menyakitkan. Karena mengatasi ghosting diperlekuan kesabaran dan kekuatan. Sehingga perlu diingat, meskipun menyakitkan balas dendam terbaik bukan dengan menjatuhkan orang lain, melainkan hadir dengan versi dari dirimu yang terbaik.
Editor : Imron Arlado