JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dunia kerja seringkali digambarkan sebagai tempat yang didominasi dengan individu-individu yang mudah berbaur, pandai dalam bersosialisasi, dan juga pandai dalam public speaking.
Sehingga dalam ciri-ciri ini cenderung digambarkan dengan orang-orang yang memiliki sifat ekstrovert. Namun, apakah sifat ini selalu memiliki keunggulan dalam dalam berkarir di dunia kerja? Lantas bagaimana dengan individu yang cenderung memiliki sifat introvert dan fokus pada refleksi, merenung, dan menyukai kegiatan yang lebih tenang dan menyendiri?
Sudut pandang masyarakat yang berkembang di dunia kerja seringkali menempatkan ekstrovert sebagai sosok yang ideal di lingkungan kerja.
Dikutip Radar Mojokerto dari Field Engineer, gaya komunikasi ekstrovert yang mengalir bebas memungkinkan mereka dengan mudah menjalin ikatan dan hubungan dengan orang-orang baru kemanapun mereka pergi.
Karenanya jika banyak dunia kerja yang membutuhkan individu dengan kepribadian ekstrovert. Namun, sebelumnya mari membahas terkait definisi ekstrovert dan introvert.
Definisi ekstrovert dan introvert
Menurut pakar psikologi, ekstrovert merupakan kepribadian yang menjadikan interaksi sosial sebagai penambah energi, individu yang memiliki sifat ini tentu menyukai lingkungan yang ramai, dan akan tampil percaya diri di depan banyak orang.
Sebaliknya, introvert adalah individu yang menyukai waktu sendiri, mereka cenderung suka merenung, dan menjadikan ketenangan sebagai sumber dari energi.
Ekstrovert atau introvert dalam dunia kerja
Kedua kepribadian manusia ini tentu saling memiliki pengaruh dalam dunia kerja. Antara ekstrovert dan introvert tentu memiliki karakteristik dan gaya berbeda dalam dunia kerja.
Introvert cenderung memiliki fokus yang tinggi dalam bekerja dengan memanfaatkan lingkungan yang tenang.
Mereka menjadi individu yang lebih menyukai lingkungan yang tenang dan minim dengan gangguan karena dengan begitu individu yang memiliki kepribadian ini akan mudah terganggu dengan banyak percakapan dan kebisingan.
Menurut beberapa peneliti, pribadi introvert cocok untuk menjadi pemikir yang mendalam, karena mampu menganalisis masalah dengan baik dan mampu menghasilkan solusi yang inovatif setelah merenung dengan matang.
Sebaliknya ekstrovert menyukai lingkungan pekerjaan yang penuh dengan banyak interaksi, lingkungan kerja yang ramai.
Individu dengan kepribadian ekstrovert akan menyukai sistem kerja diskusi dan saling bertukar ide dengan rekan kerja, tak heran jika ekstrovert menikmati kerja sama tim.
Baca Juga: Cek Kepribadianmu! Ekstrovert atau Introvert? Cari Tahu Hasilnya Lewat Tes MBTI Gratis Ini
Seseorang dengan sifat ini akan unggul dalam hal kolaborasi tim dan membangun jaringan. Karena individu dengan kepribadian ini akan lebih nyaman dan bersemangat jika dihadapkan dengan situasi kelompok atau bertemu dengan orang-orang baru.
Mana yang lebih unggul?
Jadi, siapa yang lebih unggul dalam dunia kerja ? Sebenarnya, tidak ada jawaban yang pasti. Karena introvert maupun ekstrovert memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing dengan kontribusi dalam konteks yang berbeda.
Introvert unggul dalam pemikiran mendalam, fokus dan konsentrasi, kemampuan mendengarkan yang baik, mandiri, hati-hati dalam mengambil keputusan, dan kreatif.
Sementara, ekstrovert unggul dalam berkolaborasi, komunikasi yang lebih efektif, kemampuan membangun jaringan, inisiatif dan antusias, mudah beradaptasi.
Kunci kesuksesan dalam dunia kerja tentu terletak pada pemahaman diri dengan mengenali kekuatan diri dan pemilihan lingkungan kerja yang sesuai dengan peran.
Baca Juga: Kepribadian Ekstrovert Mudah Disukai Orang Sekelilingnya. Ini Alasannya
Editor : Imron Arlado