Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pilihan Bangsawan dan Old Money

Martda Vadetya • Minggu, 18 Mei 2025 | 15:35 WIB

Saf Tuasikal Fashion
Saf Tuasikal Fashion
 

Quiet luxury rupanya merupakan salah satu gaya berbusana yang punya sejarah panjang. Sebelum memasuki era milenium, style berpakaian satu ini biasa dipilih kaum bangsawan dan para old money.  Ciri khas yang tak lekang dimakan zaman, membuat quiet luxury punya karakter kuat.

 ”Gaya berbusana ini biasa dipakai orang-orang dengan jiwa yang berkelas tinggi. Mereka tidak suka fear of missing out (FOMO) atau ikut - ikutan,” ujar fashion designer Mojokerto Safrizal Roji Tuasikal. 

Menurutnya, gaya busana satu ini tidak mengikuti tren tahunan. Para pengguna quiet luxury tampil memikat dengan kesan simpel dan elegan dengan material pakaian berkualitas tinggi. ”Kesan yang ditonjolkan itu dari bahan berkualitas tinggi. Tapi, tidak terlalu mencolok maupun terlihat norak ya,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, gaya busana ini memiliki sejumlah ciri khas. Utamanya tidak menampakkan logo merek tertentu. Aksen yang diaplikasikan memiliki fungsi, bukan sekadar hiasan. Gaya pakaian ini, lanjut Safrizal, cenderung memakai warna yang terbatas. Yakni, warna hitam, burgundy, dongker, putih, dan dark earthy tone

Menurutnya, pengguna fesyen quiet luxury mayoritas berasal dari kalangan artis, pengusaha, kaum bangsawan, dan miliarder. Gaya ini menekankan kemewahan yang tidak terlihat mencolok. Tetapi pesona berkelas muncul dari masing-masing pribadi pemakai. ”Jadi mereka juga tidak ingin menarik perhatian dengan status kekayaan yang dimiliki,” tuturnya. 

Hal ini tak lepas dari sejarah panjangnya. Safrizal membeberkan, quiet luxury sudah ada sejak sebelum abad ke-20 Masehi. Tepatnya saat para desainer mulai membuat koleksi eksklusif untuk pelanggan kelas atas. ”Nah, saat itu para old money atau keturunan bangsawan dan miliarder, gencar mencari koleksi-koleksi mewah buatan desainer era itu,” urainya. 

Di Indonesia, lanjut dia, quiet luxury juga punya sejarahnya sendiri. Para kaum bangsawan di era kerajaan cenderung memilih busana kebaya dan batik tulis kualitas wahid dengan corak yang kalem tapi tetap terlihat mewah. ’Tetap mempertahankan aspek bahan dan motif yang tidak mencolok tapi mewah dari setiap material yang dipakai,” tukas desainer muda ini. (vad/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#gaya busana #tren #Lifestyle #Quiet Luxury #era milenial