Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Alasan Perempuan Potong Rambut Ketika Merasa Sedih atau Stres Akibat Putus Cinta, Breakup Haircut

Imron Arlado • Kamis, 8 Mei 2025 | 23:35 WIB
Alasan Perempuan Potong Rambut Ketika Merasa Sedih atau Stres Akibat Putus Cinta, Breakup Haircut
Alasan Perempuan Potong Rambut Ketika Merasa Sedih atau Stres Akibat Putus Cinta, Breakup Haircut

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Potong rambut merupakan sebuah tindakan yang lumrah dilakukan semua orang. Namun, bagi sebagian orang terutama perempuan, memiliki berbagai alasan mengapa diirnya memilih untuk memotong rambut.

Perempuan memiliki berbagai respon ketika dirinya tengah sedih akibat sebuah hubungan yang tengah ia jalani harus berakhir.

Selain menangis, mereka cenderung memilih untuk memotong rambut dan merubah penampilan yang dianggap bisa meringankan sedih atau sakit hati yang sedang dialami.

Hal tersebut merupakan suatu respon yang sering dilakukan perempuan ketika dirinya patah hati. Kondisi ini seolah dianggap sebagai cara untuk move on dan sebuah awal baru tanpa orang lama yang pernah ia sayangi.

 

 

Tak hanya memotong rambut menjadi pendek, sejumlah perempuan juga ada yang mewarnai rambut atau bahkan memasang hair extension.

Transisi dari yang sebelumnya berpasangan dan kini menjadi sendiri setelah perpisahan menyakitkan, cenderung membuat seseorang mengambil keputusan terburu-buru untuk segera mendapat kelegaan serta melepas emosi yang mendalam.

Memotong rambut setelah patah hati memiliki sebutan ‘breakup haircut’, yakni upaya dalam perubahan emosional dan psikologis akibat suatu hubungan yang gagal. 

Nyatanya, seseorang memiliki kaitan emosional yang lebih dengan rambut, gaya rambut dapat menggambarkan sebuah pernyataan terkait perubahan diri.

 

 

Perubahan dapat dilakukan dengan mengganti koleksi pakaian, parfum, atau  barang-barang lainnya. Namun, perubahan tersebut tentu membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga potong rambut lah yang menjadi pilihan perubahan lebih mudah.

Memotong atau mengubah gaya rambut dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menguatkan identitas baru dengan suasana yang lebih fresh.

Gaya rambut dapat menggambarkan kepribadian seseorang, gaya rambut yang berbeda menunjukkan perubahan pada diri.

Tidak hanya itu, sebagian perempuan menganggap memotong rambut dapat membuang segala kenangan pahit bersama orang lama serta memberi kebebasan untuk menjalani kehidupan lebih baik.

 

 

Selain memiliki dampak positif bagi psikologis, ‘breakup haircut’ juga memiliki dampak buruk, seperti meningkatkan budaya konsumtif bagi para perempuan.

Pasalnya, mereka mengambil keputusan tersebut dengan kondisi emosi yang tidak stabil dan hanya ingin melampiaskan atau membuang sebagian masalah ke mana pun.

DINDA

Editor : Imron Arlado
#potong rambut buang sial #gaya rambut #Warnai Rambut #alasan perempuan potong rambut saat patah hati #breakup haircut #hair extension