Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Demam Motor Vespa di Semua Usia, Melegenda, Ikonik, dan Mewah

Farisma Romawan • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:20 WIB

 

 

Photo
Photo

Penggemar motor vespa kini tak lagi segmented bagi kaum adam. Kaum hawa, muda-mudi, hingga pekerja karir tak kalah bersaing dalam menunjukkan koleksi motor asal Italia ini. Perubahan stigma vespa dari motor butut menjadi motor ikonik dan mewah diharapkan turut memperluas rasa persaudaraan para penikmatnya.

 Khususnya bagi muda-mudi yang baru merasakan nikmatnya mengaspal bareng motor produksi Piagio ini. Terutama pengguna vespa matic (vesmet) yang mulai menggaung sepuluh tahun terakhir. Diakui atau tidak, alasan mereka ikut gandrung terhadap vespa karena look-nya yang unik dan ikonik. Apalagi bagi penggemar wanita yang merasa lebih stylish dan seksi saat mengendarai vesmet model primavera atau S.

 Mereka jadi mudah dikenali banyak orang saat mengaspal bersama dua jenis vesmet tersebut. ’’Tampilannya khas dan elegan. Jadi mudah dikenali orang dan selalu terlihat menarik,’’ ujar Robiah Adawiyah, pecinta vespa asal Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. 

Tidak hanya itu, desainnya yang ergonomis dengan handling dan posisi stang yang terukur membuat nyaman para pengguna vespa. Apalagi bagi kaum wanita yang semakin dimudahkan dalam membawa barang, seperti tas, jaket atau belanjaan. Karena dapat disimpan di bagasi yang luas dan lebih rileks serta aman. ’’Memudahkan saat belanja di pasar, karena bisa dibawa melewati gang-gang kecil dan bagasinya muat banyak,’’ tandasnya.

 Meski demikian, mengendarai vespa tak sekadar menggeber gas lalu melaju kencang tanpa mengenal satu sama lain. Dengan vespa, justru dapat menambah persaudaraan antarpengguna. Terbukti, M. Johar Fathoni, 34, pecinta vespa lawas, mampu memiliki segudang teman berkat dua vespa koleksinya. Yakni, vespa klasik jenis PX 150 tahun 1984, dan vespa matic jenis Primavera tahun 2014.

 Dalam beberapa momen berkendara, dia kerap disapa para pengguna vespa yang lain. Pun demikian saat kendaraannya mengalami trouble, selalu mendapat bantuan dari pengguna vespa. ’’Harapannya sih dengan luasnya user, culture persaudaraannya juga ikut luas. Sehingga bisa saling akrab satu sama lain,’’ ujarnya. 

Dengan mengoleksi vespa, Johar juga serasa menjadi lelaki sejati. Apalagi, ketika mampu merestorasi dan memodifikasi layaknya vespa Eropa, auranya semakin melegenda. Bahkan, pria 38 tahun ini rela merogoh hingga puluhan juta agar sparepart vespa klasiknya kembali orisinil. Seperti di bagian kaki-kaki yang mengganti velg pabrikannya dengan FA Italia Blower dan dibalut ban berukuran R 10/3.00.

 

Belum lagi di beberapa part yang menyematkan merek tersohor. Biaya yang besar seolah bukan lagi kerugian. Sebab, konsep ini sudah dia cita-citakan sejak sekolah dan baru terealisasi saat sudah bekerja. ’’Boys will be boys yang selalu suka mainan. Semakin orisinal semakin terlihat mewah dan mahal bagi pecinta vespa,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#vespa #penggemar motor #tren #Lifestyle #gaya hidup