SEMENTARA itu, perkembangan teknologi membawa alternatif baru dalam dunia tanaman hias. Bunga mawar buatan atau yang secara umum disebut artificial flower belakangan makin populer. Tak lain karena memiliki beberapa kelebihan dibanding mawar asli atau organik.
Umumnya, bunga replika buatan manusia ini terbuat dari bahan sintetis seperti kain, plastik hingga kertas. Salah satu tujuannya yakni meniru bunga asli dan menyimpannya tanpa perlu perawatan ekstra. Sebab, bunga asli mudah layu dan butuh perawatan intens agar bertahan lebih lama. ”Karena bunga mawar asli harus ditaruh di vas isi air. Itupun tahannya cuma beberapa hari saja,” ujar Tri Handini, 18, pecinta bunga.
Siswi SMA asal Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, ini mengatakan, bunga mawar merah artificial bisa didapat di toko bunga atau florist dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Pun demikian dengan berbagai jenis bunga palsu lainnya. Bunga palsu ini punya berbagai makna di tengah masyarakat.
Namun, yang jelas tidak perlu khawatir untuk intens merawatnya, karena dipastikan tidak akan layu maupun mati. Sebab, bunga-bunga palsu ini akan tetap terlihat cantik dan segar sepanjang waktu ketimbang mawar asli. Tak jarang, banyak orang memaknai bunga buatan ini dengan keindahan yang tahan lama. Apalagi, buket bunga sintetis lebih mudah dan fleksibel untuk disimpan. ”Bisa diartikan sebagai keindahan yang abadi,” tandas gadis yang akrab disap Dini ini. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi