Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Make-up Soft Flawless, Lebih Ayu dan Bikin Pangling

Khudori Aliandu • Minggu, 22 Desember 2024 | 14:40 WIB
Photo
Photo

Di era yang kian modern seperti sekarang ini, membuat penata rias dituntut lebih kreatif. Tata rias berkonsep nusantara modifikasi dan modern pun menjadi solusi untuk mengikuti permintaan konsumen yang beragam.

Seperti yang dilakoni Shanty Wedding. Warga asal Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini mengaku belakangan dirinya memang dituntut harus kreatif dan inovatif dalam menanggapi berbagai permintaan tata rias bagi pengantin.

”Jadi, tantangan seorang perias saat ini harus kreatif. Harus bisa mewujudkan permintaan pengantin dengan make-up artist (MUA) atau penata rias yang soft flawless, namun tidak meninggalkan pakem adat. Bahkan, membuat pengantin lebih ayu dan terlihat bikin pangling,” ungkapnya.

Pengurus Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia Katalia ini menyebutkan, menjadi penata rias dituntut selalu update dan memperdalam skill. Salah satunya melalui workshop demi untuk menunjang karir agar tidak ketinggalan zaman. Apalagi, lanjut dia, tren MUA setiap tahun selalu berubah-ubah.

”Untuk karakter make-up condong ke soft tapi bikin terlihat pangling. Tren make-up saat ini flawles soft make-up. Jadi, dengan riasan flawles tetap cantik memukau meskipun dipadukan dengan tema adat nusantara,” jelas Shanty yang sudah bergelut di dunia wedding sejak 2003 silam.

Dia menuturkan, tata rias nusantara modifikasi dan modern selama ini dilengkapi dan dipadukan dengan kostum, aksesori, serta kelengkapan lainnya. Seperti halnya Solo Basahan baju dodot, Solo putri modifikasi kebaya bludru hitam, suntiang padang modifikasi, serta kebaya modifikasi songket. ”Kalau saat ini yang trending model slim dress glamor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Katalia Mojokerto Eki Safira menambahkan, melalui beragam event, ke depan diharapan dapat mencetak tenaga profesional di bidang tata rias pengantin atau MUA. Utamanya, tentang kecantikan dan tata rambut yang mampu bersaing tanpa meninggalkan ciri khas pengantin dari daerah masing-masing. Khususnya, sesuai kebutuhan masyarakat Jawa yang selalu mengedepankan adat, tradisi, dan budaya.

”Kita ingin mencetak tenaga profesional yang berkualitas, mandiri, dan berwawasan global. Menjalin kerja sama untuk pengembangan dunia tata rias, khususnya di Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. Dia berharap perias kecantikan di Mojokerto yang belum tergabung dapat segera menjadi bagian dari Katalia. ”Silakan bergabung, mari kita belajar bersama-sama tentang tata rias pengantin modifikasi dan modern Indonesia,” paparnya. (ori/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#penata rias #tren #Lifestyle