Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menggaungnya Batik Mojokerto, dari Sulur Cempaka hingga Taman Kota

Martda Vadetya • Minggu, 15 September 2024 | 15:45 WIB
INSPIRATIF: Batik motif Surya Majapahit dirancang menjadi model kebaya Bali yang tampak kekinian.
INSPIRATIF: Batik motif Surya Majapahit dirancang menjadi model kebaya Bali yang tampak kekinian.

Batik khas Mojokerto belakangan makin gaung di sejumlah daerah dan negara. Selain menjadi langganan instansi dan pejabat daerah, batik karya perajin bumi Majapahit bahkan telah menjangkau pangsa luar negeri.

Seperti batik karya Hindun, perajin asal Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini.

Batik tulis dan cap karyanya sudah dikenal di Jawa Timur. Tak jarang, pihaknya menerima order batik untuk pasar luar negeri. Seperti Thailand, Jepang, hingga Jerman. ”Permintaan luar kota banyak sekali. Seperti dari Surabaya dan Jombang. Kalau luar negeri memang ada pihak yang membawa, buka langsung dari saya,” ujarnya, kemarin.

Bahkan, lanjut Hindun, batik karyanya menjadi langganan sejumlah instansi dan pejabat di Kota Mojokerto.

”Untuk kegiatan seperti pameran juga sering ikut dengan dinas terkait,” tambahnya. Ia mengaku memiliki lebih dari 20 koleksi motif batik. Baik batik tulis maupun cap. Justru motif khas Majapahitan seringkali jadi buruan pecinta batik.

”Yang khas Majapahitan ada sekitar tujuh motif. Seperti sulur cempaka, Surya Majapahit, srikandi, atau taman kota,” beber Hindun.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menambah motif khas Majapahitan baru. Seiring menjamurnya ide motif potensial yang ada di penjuru Mojokerto Raya.

”Tentu inovasi-inovasi motif seperti itu akan kita tambah. Semua yang terkait Mojokerto menurut saya potensial. Karena memang selalu laku, mungkin karena beda dari batik lain,” tandasnya. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#magersari #batik #Bumi Majapahit #Lifestyle #Kota Mojokerto #pejabat daerah