Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Game Ini Digandrungi Mahasiswa hingga Orang Dewasa

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 14 Juli 2024 | 13:00 WIB
Photo
Photo

PENIKMAT board game dewasa ini tak melulu anak-anak, melainkan juga mahasiswa, pegawai swasta, pegawai pemerintahan, hingga ayah satu anak.

Komunitas Mojokerto Board Games memiliki puluhan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang profesi itu.

Mereka adalah orang-orang dewasa yang menemukan keseruan dari permainan ”mahal” tersebut.

Ketua Komunitas Mojokerto Board Games Bayu Jagat Adiguna menceritakan, ide mendirikan komunitas tersebut pada satu setengah tahun silam.

Awalnya ia mengenal board game sejak 2016 saat berkerja di sebuah kafe board game di Surabaya.

Menurutnya, tempat nongkrong ini memang secara khusus menyediakan jasa permainan papan dengan mengutip sejumlah tarif.

”Waiters-nya dinamakan game master, tugasnya mengajari pengunjung yang mau main. Kebetulan saya dulu juga bekerja di situ,” ujarnya, Jumat (12/7).

Dari situ, Jagat kemudian membentuk sebuah komunitas untuk mewadahi pecinta board game yang saat itu belum ada di Mojokerto. Waktu berlalu, kini sekitar 20 anggota rutin nimbrung.

Mereka bertemu seminggu sekali setiap akhir pekan untuk main bareng (mabar). Tempat mabar biasanya adalah kafe dengan spesifikasi yang menyediakan meja besar, buka sampai malam, dan tentunya ramah di kantong.

”Mabarnya biasanya malam, dari jam 3 sore sampai jam 1 dini hari,” tutur pria yang kini bekerja di sebuah pabrik di Balongbendo, Sidoarjo, itu.

Waktu malam akhir pekan dipilih karena anggota komunitas rata-rata bekerja serta sibuk di kampus. Syarat kafe dengan menu murah adalah sebuah anomali bagi komunitas board game.

Sebab, mahalnya harga alat permainan ini tidak ada apa-apanya dibanding satu cup es kopi. Satu boks kecil berisi komponen card game miliknya saja seharga Rp 300 ribu. Banderol jenis board game tentu lebih tinggi lagi. Ia membeli satu boksnya dengan harga Rp 900 ribu sampai yang paling mahal Rp 1,3 juta.

”Ini impor-impor semua, kalau yang keluaran Indonesia cuma seratus ribuan,” ucapnya.

Walakin, pengalaman yang ia dapat dari bermain board game sebanding dengan duit yang dirogoh. Perasaan puas setelah berjam-jam menyelesaikan permainan, apalagi kalau menang, begitu berharga baginya.

”Kita ditantang untuk berpikir keras dan kritis untuk menentukan strategi supaya dapat poin banyak, sehingga menang. Meskipun dua jam, tiga jam, setelah main kita puas karena benar-benar menantang pikiran kita,” beber ayah 32 tahun itu asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis ini.

Pengalaman itu pula yang menurutnya mendorong banyak orang dewasa tertarik dengan board game. Mereka, laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai kalangan: karyawan swasta, mahasiswa, pegawai honorer.

Menurutnya, interaksi langsung berikut keseruan yang hadir selama permainan tak mungkin didapat ketika mereka bermain gim online.

”Target jauh kita punya kafe board game di Mojokerto, kalau yang dekat bulan depan kita berencana bikin kompetisi lokal,” katanya soal agenda komunitas. Jagat pun berharap komunitas yang dibinanya ini terus berkembang dan semakin banyak anggota. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#Lifestyle #boardgame