JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Memasuki musim wisuda, para siswa-siswi perlu mempersiapkan diri agar dapat mengikuti acara sakral pelepasan sekolah.
Hal yang perlu dipersiapkan agar dapat tampil elegan di acara ini.
Segala cara dilakukan para pelajar perempuan agar untuk tampil menarik di atas panggung. Salah satunya dengan memakai kebaya modern.
Pemakaian kebaya saat menghadiri wisuda sudah menjadi sebuah tradisi sejak beberapa tahun yang lalu.
Pakaian ini dapat mencerminkan sebuah keanggunan dan kecantikan seorang wanita.
Jelita Kusuma, 19, Wisudawati Kota Mojokerto menjelaskan alasan kebaya diminati karena pakaian khas Indonesia ini memiliki sebuah aura penting dan berkesan sakral.
Sehingga pemakaian kebaya selalu digunakan untuk acara-acara penting. Selain itu harga kebaya termasuk sangat ramah di kantong sesuai dengan modelnya.
”Pada dasarnya kebaya memang sudah pakem digunakan di acara-acara penting. Namun dari tahun ke tahun, tren ini sudah semakin berkembang mengikuti zaman dan semakin digemari oleh semua orang,” paparnya (10/5).
Ia mengungkapkan, ada tiga jenis kebaya untuk wisuda. Salah satunya model kutu baru. Jenis ini sedang tren dengan paduan hiasan selendang.
Selain itu ada model juwita kebaya yang memiliki kesan anggun dan elegan dan model arita kebaya yang terlihat unik dan kharismatik.
Baca Juga: Tren Kebaya di Mojokerto, Jaga Pakem, Beri Sentuhan Kekinian
Kebaya merupakan pakaian tradisional Indonesia. Pemakainya bisa segala jenis usia. Memiliki harga yang dapat dikatakan sebagai harga ramah yaitu Rp 200 ribuan, sudah menjadi harga normal apabila menginginkan sebuah kebaya dengan tampilan yang indah.
Jelita mengungkapkan, di area Kota Mojokerto sendiri, terdapat banyak sekali took baju yang menyediakan atau menjual busana kebaya. ”Pakaian khas Indonesia ini dapat dipakai oleh seluruh wanita Indonesia, tanpa mengenal latar belakang. Sejatinya wanita Indonesia memiliki kecantikan alami dari Nusantara,” pungkasnya (Satria Putra).
Editor : Imron Arlado