RADARMOJOKERTO - Kaktus merupakan tumbuhan xerofit atau flora yang mampu hidup di daerah kering.
Kaktus, biasa hidup di gurun dengan curah hujan rendah, karena dapat menampung dan menyimpan banyak air di batangnya.
Tumbuhan kaktus identik dengan duri yang menggantikan posisi daun. Tak hanya itu, jenis dan ukuran yang bervariatif menjadi daya tarik tersendiri bagi tumbuhan gurun tersebut.
Seperti kaktus sukulen, dan centong yang berukuran kecil. Jenis ini memikat pembeli karena bentuknya yang mungil.
Di samping itu, jenis kaktus yang paling diminati ialah kaktus koboi. Sesuai namanya, kaktus ini berbatang kuat dan tinggi.
Mulai dari 50 sentimeter hingga 7 meter, dengan duri di sepanjang garis tanaman. Karena tampilan kokohnya, kaktus koboi sering menjadi incaran pemburu tanaman hias.
Reni Riskarina, 30, penjual tanaman kaktus di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menjelaskan, pembeli kaktus koboi berasal dari berbagai kalangan.
Mulai dari anak muda hingga ibu rumah tangga. Maraknya coffee shop membuat para pelanggan banyak mencari kaktus koboi untuk dekorasi ruangan atau taman.
”Biasanya anak muda membeli kaktus untuk menghias usaha coffee shop-nya, kalau ibu-ibu untuk hias teras rumah,” katanya, Selasa (30/1).
Selain sebagai dekorasi, tumbuhan kaktus koboi dinilai dapat meningkatkan kualitas udara. Karena memiliki daya serap karbon dioksida yang baik.
Dengan demikian, para pemilik kaktus koboi dapat menghirup udara bersih dan segar dari oksigen yang dihasilkan.
Ruli Arini, 38, ibu rumah tangga asal Mojokerto mengungkapkan, ia memilih kaktus koboi sebagai tanaman hias halaman rumah. Karena dinilai cocok untuk tempat yang luasnya terbatas.
Serta dapat menambah estetika konsep taman dan halaman rumah. ”Sangat pas untuk konsep taman rumah minimalis,” terang Ruli Arini.
Menurut Ruli, Kaktus koboi tidak memerlukan perawatan khusus. Sebagai tumbuhan gurun, kaktus koboi cukup disiram seminggu sekali.
Jika musim hujan tiba, kata Ruli, media tanamnya yang perlu diperhatikan. Penggunaan media tanam sekam atau limbah padi sangat disarankan bagi tumbuhan kaktus. Terlebih, ketika musim penghujan.
Sebab, lanjut dia, sekam bersifat sukar menyerap air. Sehingga kaktus koboi tidak mudah layu atau mati akibat over watering. ”Jadi, tidak perlu khawatir layu ketika kaktus koboi ditinggal mudik,” tambahnya.(wilda mifta)
Editor : Moch. Chariris