Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sedentary Lifestyle, Mager Rentan Sebabkan Penyakit Kronis

Rizal Amrulloh • Senin, 15 Januari 2024 | 04:50 WIB

AKTIVITAS: Olahraga menjadi salah satu saluran beraktivitas untuk menghindarkan penurunan kualitas hidup.
AKTIVITAS: Olahraga menjadi salah satu saluran beraktivitas untuk menghindarkan penurunan kualitas hidup.
POLA hidup yang tidak sehat berpotensi menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan. Salah satunya perilaku malas gerak (mager) atau yang juga dikenal dengan sedentary lifestyle.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengungkapkan, kebiasaan mager berpotensi mengakibatkan tanda-tanda vital pada tubuh menjadi tidak teratur.

’’Seperti tekanan darah bisa terlalu tinggi atau rendah, nadi juga tidak teratur, hingga saturasi tidak normal,’’ terangnya.

Sebab, terang dia, untuk menormalkan tanda-tanda vital pada tubuh tersebut salah satunya dengan berolahraga. Paling tidak, dengan rutin melakukan aktivitas fisik yang ringan.

’’Minimal 30 menit sehari. Bisa dengan melakukan aktivitas apa saja, paling ringan kan dengan gerak atau jalan itu sudah cukup,’’ ulasnya.

Tentunya, aktivitas fisik tersebut juga harus didukung dengan pola hidup yang sehat. Di antaranya dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi.

’’Pola makan harus tetap teratur dan diet yang sehat. Itu yang menjadi kunci agar tanda-tanda vital di tubuh kita bisa normal,’’ terangnya.

Kesibukan dalam bekerja seharusnya tidak dapat menjadi alasan untuk mager. Mantan Kepala Puskesmas Wates ini menyarankan, aktivitas fisik dapat dilakukan saat waktu senggang.

’’Sesibuk apapun sebenarnya bisa, setelah bangun misalnya. Kalau punya treadmill di rumah kan bisa jalan yang ringan-ringan saja, atau mungkin dengan jalan-jalan di kompleks sebelum berangkat bekerja,’’ imbuh dia.

Di samping itu, tutur Citra, akan lebih baik jika ditambah dengan Yoga maupun gym untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. ’’Tapi kuncinya yang penting kita gerak,’’ paparnya.

Karena jika mager sudah menjadi kebiasaan, bahkan mengarah pada sedentary lifestyle, maka akan berdampak bagi kesehatan. Terutama berisiko terhadap penyakit-penyakit kronis.

Seperti gula darah, diabetes, jantung. Dan, risiko tersebut akan lebih rentan bagi yang berusia di atas 40 tahun.

’’Kalau tidak beraktivitas, juga membuat tidur menjadi tidak berkualitas. Pada akhirnya kerja juga tidak bisa optimal,’’ pungkasnya. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#sedentary #mager #Lifestyle #mojokerto