Seperti yang diungkapkan Yogin Yuanita. Gadis 24 tahun ini menjadikan outfit sehari-harinya dengan label cewek kue. Yakni, dengan pengenaan baju dengan warna cerah atau pastel yang menyerupai tampilan kue-kue manis. ’’Pas pandemi ini mulai tertarik pakai baju berwarna cerah dan pastel gitu. Karena kelihatan lucu, tapi memang untuk penggunaan warna ini kadang juga disesuaikan mood. Kadang bisa mamba, atau pakai yang gelap kalau lagi mau praktis,’’ ujar dia.
Warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan ini mengungkapkan, mulai nyaman menggunakan busana dengan warna terang. Selain lucu, tampilannya terlihat semakin feminim. ’’Lebih banyak permainan warna merah muda. Mulai dari gamis, rok, sampai jilbabnya kebanyakan warna pastel dan pink,’’ papar dia.
Berbeda dengan Septi Tri Wilujeng. Perempuan akrab disapa Septi ini mengaku bisa tampil pede dengan outfit label cewek bumi. Yakni dengan mix and match warna kalem dan soft. ’’Karena aku gak suka yang warnanya dominan hitam tapi juga nggak suka yang cerah. Sukanya warna netral karena lebih mudah dipadu padankan,’’ bebernya.
Untuk outfit warna cerah, mahasiswa semester akhir di Universitas Islam Majapahit ini menyebutkan, biasanya akan dikombinasikan dengan busana gelap. ’’Pokoknya dikombinasikan dengan yang trendi gitu aja. Kalau ada warna terang harus diselaraskan warna gelap biar nggak mencolok tapi tetap trendi,’’ beber dia.
Lain halnya dengan Aminatus Sa’diah. Ami, panggilan akrabnya, memilih untuk mengenakan busana dengan dominan warna gelap atau berlabel cewek mamba. Menurutnya, busana berwarna gelap memberikan kenyamanan dan terlihat santai untuk aktivitas sehari-hari. ’’80 persen, isi lemari warnanya hitam. Karena memang nyaman aja pakai warna gelap,’’ sebut dia.
Warga Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang ini mengatakan kesan cewek mamba sudah melekat padanya bahkan sebelum istilah tersebut populer. Dia mengaku kurang pede saat mengenakan outfit berwarna cerah. ’’Pernah pakai warna cerah, tapi habis itu gak pede. Kalau hitam kan selain santai juga tidak terlalu menarik perhatian,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah