’’Karena setelah disulam itu hasilnya signifikan banget. Bulu mata jadi panjang dan lentik, look-nya dapet. Langsung kelihatan wah,’’ ujar Tantri Yurista Sari, make up artist (MUA) asal Sooko.
Menurutnya, tren sulam bulu mata terus bergeliat sejak sekitar 2017 hingga saat ini. Saking banyaknya permintaan, hingga mempengaruhi harga jasa sambung bulu mata tersebut di salon maupun klinik kecantikan.
’’Awal-awal ngetren tahun 2017-an itu harganya masih dikisaran Rp 300 ribu. Tapi sekarang sudah ada yang Rp 50 ribu,’’ terang owner Yuristantri Make Up itu. Peminat salah satu jenis make up bulu mata ini menyasar semua kalangan perempuan. Bukan hanya wanita karir, melainkan juga ibu-ibu rumah tangga.
’’Karena sekarang ibu rumah tangga (IRT) juga ingin tetap tampil cantik setiap hari ya. Jadi tampil cantiknya nggak cuma saat tertentu saja,’’ ucapnya.
Hal tersebut karena diantaranya karena kelebihan eyelash extension dibanding jenis rias bulu mata lainnya. Sulam bulu mata dinilai awet hingga dua bulan lamanya. Plus, kaum hawa tidak harus ribet pasang lepas bulu mata. ’’Lebih praktis, nggak ribet harus copot pasang bulu mata,’’ sebutnya.
Meski begitu, bukan berarti eyelash extension tanpa memiliki kekurangan dan dampaknya. Pemakai bulu mata sambungan harus berhati-hati agar bulu mata tidak patah. Sebab, saat menggosok-gosok mata tidak menutup kemungkinan patahan bulu mata masuk ke dalam mata hingga menimbulkan peradangan. ’’Bisa bikin mata jadi gatal atau iritasi. Karena kalau palsu dan kelamaan itu juga bikin tidak nyaman ya,’’ terangnya.
Terlebih, bulu mata sulam juga akan rontok sesuai masanya. Sehingga, pihaknya menganjurkan agar minimal rutin memeriksakan kondisi eyelash extension satu bulan sekali ke salon atau klinik kecantikan terkait. ’’Treatment khusus biar bertahan lama tidak ada ya. Memang harus diperiksakan berkala karena extension itu bisa copot perlahan. Bahkan, dampak sulam ini bisa bikin bulu mata asli cepat rontok,’’ tandas Tantri. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah