Jawa Pos Radar Mojokerto - Dalam menjalin sebuah hubungan, setiap orang memiliki cara dan tipenya masing-masing. Tak banyak orang yang menjalin hubungan dalam jangka panjang. Jika di sekitarmu atau dirimu sendiri menjalin hubungan dalam jangka yang panjang, bisa jadi memiliki kepribadian secure attachment style. Lalu, apa secure attachment itu?
Pengertian Secure Attachment
Baca Juga: POCO M7 Pro 5G, Hape Performa Kencang dengan Fitur Maksimal Cuma Rp 2 Jutaan!
Secure attachment merupakan salah satu jenis dari attachment style atau keterikatan seseorang dalam sebuah hubungan. Secure attachment merupakan kondisi di mana seseorang mampu untuk menjalin sebuah hubungan dalam jangka panjang.
Meskipun menjalin hubungan jangka panjang, hubungan tersebut akan membangun sebuah hubungan yang sehat dan romantis. Hubungan yang dijalin akan penuh kasih sayang dan sangat aman.
Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Sebut TK Dharma Wanita Pulorejo Belum Ajukan Izin Outing Class
Mereka yang menjalin hubungan jangka panjang atau memiliki kepribadian secure attachment dikarenakan mereka menjalin hubungan yang baik dengan sang orang tua. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang bisa memiliki kepribadian secure attachment? Berikut penjelasannya!
Penyebab Kepribadian Secure Attachment
Seperti yang dijelaskan di atas, mereka yang memiliki kepribadian secure attachment terjadi karena hubungan yang baik dengan orang tuanya. Orang tua berperan aktif dalam tumbuh kembang anak dengan berinteraksi secara responsif dengan sang anak.
Orang tua yang peka terhadap perkembangan sang anak akan memberikan respons yang nyaman dan positif. Selain itu, mereka akan memberikan kasih sayang dan rasa aman untuk mengembangkan rasa secure attachment.
Selain itu ada beberapa penyebab seseorang bisa memiliki secure attachment.
Baca Juga: Aspal Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto Makan Korban
1. Konsistens Memberikan Kasih Sayang
Orang tua atau pengasuh yang memberikan kasih sayang secara konsisten akan dapat menumbuhkan secure attachment. Orang tua atau pengasuh harus secara konsisten dan responsif untuk memberikan kasih sayang dan dukungan kepada anak.
2. Pola Asuh yang Positif
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Berhasil Bentuk 120 Kopdes Merah Putih
Pola asuh yang positif akan memberikan kenyamanan untuk sang anak. Orang tua atau pengasuh dapat memberikan batasan yang jelas tetapi masih bisa memberi kebebasan untuk mengeksplorasi segala hal. Hal tersebut membuat sang anak mampu mengelola emosi dan pikirannya sehingga tercipta secure attachment.
3. Komunikasi
Komunikasi dengan orang tua sangat penting untuk menciptakan secure attachment. Orang tua harus dapat berkomunikasi baik dengan sang anak. Tidak hanya komunikasi verbal, tetapi non verbal juga, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada bicara.
Pada intinya, secure attachment tercipta karena interaksi yang positif dengan sang orang tua. Terdapat juga beberapa ciri-ciri orang yang memiliki secure attachment, sebagai berikut:
Ciri-ciri Secure Attachment
- Mampu mengatur emosi sehingga tidak mudah meledak
- Tidak bergantung pada orang lain
- Pandai mencintai dan menghargai diri sendiri
- Mudah dipercaya oleh orang lain
- Selalu menjalin hubungan dengan jangka waktu yang panjang
- Dapat berkomunikasi baik dengan orang-orang disekitarnya
- Selalu merasa nyaman ketika melakukan hubungan dekat
- Mampu mengelola masalah agar tidak menjadi lebih besar
- Ketika sendiri, mereka merasa nyaman
Itulah mengenai secure attachment yang merupakan kepribadian yang selalu menjalin hubungan dalam jangka waktu yang panjang dan mampu berkomunikasi dengan baik. RENO
Editor : Imron Arlado