Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Indonesia Berada di Peringkat 3 Fatherless, Inilah Dampak Jika Kehilangan Sosok Ayah

Imron Arlado • Rabu, 14 Mei 2025 | 23:58 WIB
Indonesia Berada di Peringkat 3 Fatherless, Inilah Dampak Jika Kehilangan Sosok Ayah. sumber foto: pinterest
Indonesia Berada di Peringkat 3 Fatherless, Inilah Dampak Jika Kehilangan Sosok Ayah. sumber foto: pinterest

Jawa Pos Radar Mojokerto - Pada tumbuh kembang anak, peran orang tua sangat penting, baik peran dari ibu dan peran dari ayah. Namun, sayangnya tidak hadirnya kepala keluarga atau ayah dalam keluarga membuat tumbuh kembang anak sedikit berbeda. Hal itu menyebabkan tumbuh kembang seorang anak terkena banyak dampak negatif.

 

Seperti halnya yang terjadi pada negara kita, Indonesia. Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara fatherless di seluruh dunia. Hal tersebut membuat anak-anak Indonesia kekurangan sosok ‘ayah’ dalam hidupnya.

 

 

Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS dengan program sosialisasi yang berjudul “Peran Ayah dalam Proses Menurunkan Tingkat Fatherless Country Nomor 3 Terbanyak di Dunia”.

Meskipun tidak dijelaskan secara rinci, tetapi sosial tersebut membuat kita bertanya-tanya tentang peran ayah dalam keluarga. Terlebih lagi dalam proses perkembangan sang anak.

 

Apa Itu Fatherless?

Fatherless adalah kondisi seseorang atau anak tumbuh tanpa adanya peran atau sosok ayah dalam kehidupannya sehari-hari. Fatherless ini menjadi fenomena yang sering diperbincangkan oleh banyak orang.

 

Fatherless juga memiliki nama lain yaitu father hunger. Kondisi tidak mendapatkan figur seorang ayah ini bisa disebabkan oleh banyak hal.

Seperti karena kematian, pekerjaan ayah yang jarak jauh, hingga kesalahan dalam pola asuh. Selain itu, faktor sosial, budaya, dan ekonomi juga dapat menjadi faktor seorang anak fatherless atau kehilangan peran seorang ayah

Tetapi, fatherless tidak hanya dirasakan oleh anak yatim. Selama mereka memiliki sosok kakek ataupun paman, maka figur seorang ayah akan dapat tergantikan.

Fatherless yang dimaksud dalam hal ini adalah hilangnya sosok ayah dalam kehidupan seorang anak.

Ketika menikah, seorang laki-laki bukan hanya berkewajiban untuk bekerja, melainkan juga meluangkan waktu bersama keluarga, terutama sang anak. Sebab, peran ayah sangat dibutuhkan dalam dalam pola pengasuhan sang anak.

Lalu, bagaimana jika seseorang menjadi fatherless? Apa dampaknya seorang anak menjadi fatherless?

 

Dampak Fatherless pada Seorang Anak

Kehidupan seorang anak yang berkembang tanpa hadirnya peran ayah akan memiliki dampak yang sangat besar.

Ketidakhadiran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak akan membawa dampak negatif bagi anak. Berikut adalah dampak fatherless pada seorang anak:

 

1. Kesehatan Psikologis Terganggu

Anak-anak yang mengalami fatherless atau kehilangan peran ayah akan membuat mereka terganggu secara psikis maupun emosi. Mereka merasa tidak mendapatkan kasih sayang, cinta, dan perhatian yang membuat kurangnya percaya diri.

 

 Baca Juga: Sering Diabaikan, Inilah 5 Tanda Kamu Mengalami Stres yang Berlebihan Bisa Memicu Umur Pendek

 

Selain itu, psikologis mereka juga akan perlahan-lahan terganggu. Mereka akan berpikir jati diri dan identitas yang tidak pasti. Berbeda jika terdapat sosok ayah, ayah akan membantu tumbuh kembang anak secara emosional yang membuat mental anak lebih stabil.

 

2. Tidak Mudah Bersosialisasi

Mereka yang tidak mendapatkan peran ayah pada masa pertumbuhan akan sulit untuk bersosialisasi. Mereka kesulitan berbaur dengan teman sebaya, bahkan ada yang mengalami dampak pada kesehatan fisik.

Berbeda jika anak berkembang bersama peran ayah. Ayah akan berinteraksi dan memberikan pola asuh yang membuat anak akan aktif dan mudah berbaur.

 

3. Akademik yang Kurang

Anak-anak yang berkembang tanpa ayah akan mengalami tantangan besar dalam prestasi akademik dan perkembangan sosial.

 

 

Kurangnya pengawasan dari seorang ayah akan menghambat prestasi sang anak dalam sekolah. Berbeda jika terdapat peran seorang ayah, mereka akan diarahkan untuk meraih prestasi. RENO

Editor : Imron Arlado
#sosialisasi #fatherless country #akademik #fatherless #sosok ayah #peran ayah #psikologis #dampak kehilangan ayah