JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perhatian publik terkait program Makan Bergizi Gratis kembali meningkat. Fenomena keracunan MBG kembali terjadi dan menjadi topik yang banyak dipertanyakan terkait kualitas makanan serta standar penyimpanan dan pembuatannya.
Mengingat makanan adalah salah satu kebutuhan manusia untuk bertahan hidup, kelayakan dan keamanan makanan menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan.
Bukan hanya MBG, makanan sehari-hari yang dikonsumsi sebaiknya juga memenuhi aspek kelayakan konsumsi. Kemudian, bagaimana cara mengenali makanan yang aman untuk dikonsumsi?
Baca Juga: Rawan Bencana atau Kaya Sumber Daya? Dilema Indonesia di Ring of Fire
Makanan yang layak untuk dikonsumsi meliputi makanan yang memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi, sehingga aman untuk dimakan tanpa menimbulkan risiko atau efek samping yang mengganggu kesehatan. Makanan yang layak dikonsumsi juga harus diperhatikan dari segi pengolahan dan penyimpanannya.
Ciri Makanan Layak Konsumsi
Adapun ciri makanan yang layak untuk dikonsumsi:
- Memiliki kondisi fisik yang normal dari segi aroma, warna, tekstur, dan rasa serta tidak menunjukkan tanda-tanda busuk, basi, dan rusak.
- Aman secara biologis dan kimia tanpa cemaran bakteri, jamur, parasit, racun, bahan kimia berbahaya maupun benda asing seperti plastik dan lain-lain.
- Diolah dengan tepat menggunakan peralatan yang bersih dan dimasak pada suhu yang sesuai untuk membunuh mikroorganisme berbahaya.
- Disimpan sesuai dengan jenis makanan dan kondisi yang diperlukan, termasuk memperhatikan batas penyimpanan pada suhu ruang.
- Memiliki kemasan yang utuh, tidak bocor, menggembung, atau rusak. Serta menggunakan wadah yang food grade dan tertutup rapat.
- Memenuhi regulasi yang berlaku, misalnya standar regulasi dari BPOM atau P-IRT, serta informasi kedaluwarsa yang jelas.
Ciri Makanan Tidak Layak Konsumsi
Makanan sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi apabila menunjukkan tanda berikut:
- Mengalami perubahan warna yang tidak wajar
- Mengeluarkan bau asam, busuk, tengik, basi, atau bau menyengat lainnya.
- Mengalami perubahan tekstur makanan seperti berlendir, lembek, atau berubah dari tekstur normalnya
- Muncul jamur. Makanan yang sudah berjamur sebaiknya tidak dikonsumsi karena bagian yang tampak bersih juga sudah terkontaminasi oleh spora jamur yang tidak terlihat.
- Memiliki kemasan yang rusak, sobek, bocor, menggembung, berkarat, dan kerusakan lain.
- Telah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Tidak memiliki informasi yang jelas terkait riwayat penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Lihat tanggal kedaluwarsa. Bedakan expiry date (EXP) dan best before. Jika makanan sudah melewati expiry date, produk tersebut tidak lagi aman dan berisiko bagi kesehatan apabila dikonsumsi.
Sedangkan pada produk dengan kode best before, produk masih aman dikonsumsi setelah melewati tanggal tersebut selama kemasan belum rusak dan produk disimpan dengan benar. Namun, terkadang ada perubahan pada mutu, rasa, dan nutrisi produk.
Jangan terpaku pada kondisi fisik/penampilan makanan. Kondisi fisik makanan memang menjadi salah satu tanda yang paling mudah dilihat oleh mata dalam mengidentifikasi kelayakan makanan.
Pastikan juga aspek kontaminasi saat makanan diolah/disajikan, kebersihan tangan dan alat makanan, suhu penyimpanan, serta ketepatan proses memasak.
Cara Mencegah Keracunan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari keracunan makanan:
- Menjaga kebersihan tangan, bahan masakan, peralatan masak, dan peralatan makan
- Memastikan bahan makanan dalam kondisi yang baik
- Memasak makanan dengan metode dan tingkat kematangan yang tepat
- Menyimpan makanan sesuai jenis dan kebutuhannya
- Memeriksa informasi pada kemasan makanan termasuk tanggal kedaluwarsa dan izin yang tercantum
- Memisahkan makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi
- Tidak mengonsumsi makanan yang menunjukkan perubahan yang tidak wajar
- Memastikan kejelasan penyimpanan, pengolahan, sampai penyajian makanan
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Cara Hadapi Gempa dan Erupsi Gunung!
Setiap orang berhak untuk mendapatkan makanan yang aman dan layak. Kelayakan makanan bisa dilihat dari banyak aspek dan faktor, bukan dari penampilan fisiknya saja.
Pemahaman terhadap keamanan makanan sebaiknya dapat menjadi edukasi dini sebagai langkah preventif untuk mengurangi keracunan makanan serta memahami prinsip keamanan pangan. NAVA
Editor : Imron Arlado