- Mengalami Anemia Berat dan Pansitopenia
- Jalani Perawatan Intensif di RS Sido Waras
KABUPATEN - Fenomena transfusi darah langka terjadi di Kabupaten Mojokerto. Seorang balita berjenis kelamin perempuan berusia 2,3 tahun di Rumah Sakit (RS) Sido Waras Mojokerto membutuhkan 3 hingga 4 kantong darah golongan O Bombay Rhesus Positif. Namun, golongan darah itu belum tersedia di Unit Donor Darah (UDD) PMI di beberapa daerah.
Humas RS Sido Waras Mojokerto Juman menerangkan, balita berinisial AQ asal Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tersebut dirawat sejak Rabu (29/7/) dengan diagnosis anemia berat dan pansitopenia. ”Pasien AQ yang bergolongan darah langka, yaitu O Bombay Rhesus Positif, saat ini masih dirawat intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU),” katanya, Jumat (31/7).
Ia menjelaskan, golongan darah O Bombay pertama kali diketahui di India dan sangat jarang ditemukan. Sehingga pihak orang tua pun tidak bisa memberikan darahnya kepada sang balita tersebut. ”Jenis darahnya super langka, jadi sulit untuk mencari stoknya di PMI,” imbuhnya.
Upaya pencarian donor sudah dilakukan rumah sakit ke PMI berbagai daerah. Di antaranya di UDD PMI Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, dan Surabaya. Akan tetapi, hingga kemarin (31/7) sore, satu kantong jenis darah tersebut baru tersedia di RSUD Sidoarjo. Namun, yang dibutuhkan antara 3 sampai 4 kantong. ”Barusan ada info semoga betul ada satu kantong di RSUD Sidoarjo. Cuma yang dibutuhkan antara 3 sampai 4 kantong,” tandasnya.
Manajemen rumah sakit saat ini juga tengah berkoordinasi dengan PMI Jakarta untuk mengupayakan bantuan donor darah tambahan kepada AQ. ”Kita juga sudah koordinasi dengan PMI Jakarta,” tandasnya. Kendati demikian, RS Sido Waras juga meminta bantuan masyarakat dengan golongan darah yang sama supaya menghubungi PMI Surabaya untuk proses crossmatch atau pencocokan darah.
Terpisah, Kepala UDD PMI Kabupaten Mojokerto dr Deny Setiawan menyatakan, darah balita tersebut sebelumnya sempat diambil sebagai sampel pemeriksaan. Namun, setelah diuji, pihaknya tidak menemukan kecocokan darah untuk dilakukan transfusi dari jenis stok golongan darah yang tersedia. ’’Kedua orang tuanya juga sudah kami ambil sampel, tapi tidak cocok. Setelah diuji, ternyata golongan darahnya O Bombay, yang mana golongan darah ini termasuk langka dari 1 juta orang hanya ada 4 orang yang punya,’’ ulas dia.
Deny mengaku telah berkoordinasi dengan UDD PMI Surabaya. Akan tetapi, stoknya pun kosong dan belum ada komunitas pendonor darah tersebut. ’’Demikian pula kita sudah koordinasi dengan PMI Jakarta, barusan dapat informasi lagi, stoknya sudah kosong karena baru saja didonorkan kepada pasien dengan kondisi yang sama. Kalaupun ada, masih harus menunggu dua bulan lagi,’’ tambahnya.
Hingga kini, UDD PMI Kabupaten Mojokerto masih terus berupaya mencari donor darah tersebut. Termasuk menjajal kontak dengan keluarga balita lainnya yang kemungkinan memiliki golongan darah serupa. ’’Kita masih menunggu pendonor lagi, sudah berupaya semaksimal mungkin. Jika ada pendonor, tetap harus diuji terlebih dahulu di Surabaya, karena tergolong langka, reagen yang digunakan untuk menguji juga berbeda,’’ tandas Deny.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menuturkan, terkait fenomena golongan darah langka tersebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan UDD PMI Kabupaten Mojokerto. Ia memastikan, agar stok darah balita yang tergolong langka itu bisa dipenuhi lewat jejaring PMI dari berbagai daerah. ’’Kita juga masih memantau perkembangan dari PMI dulu, kalau sudah upaya maksimal kita nanti juga akan turun tangan,’’ terangnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto