Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dampak Psikologis dari Terlalu Lama Menggunakan TikTok

Imron Arlado • Kamis, 16 April 2026 | 18:28 WIB
Di balik layar TikTok, tersembunyi risiko stres, kecemasan, dan gangguan tidur.
Di balik layar TikTok, tersembunyi risiko stres, kecemasan, dan gangguan tidur.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Platform TikTok kini menjadi salah satu aplikasi paling populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Namun, di balik hiburan yang ditawarkan, penggunaan berlebihan terbukti menimbulkan dampak psikologis yang signifikan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecanduan TikTok dapat mengubah pola pikir dan perilaku pengguna. Durasi penggunaan yang panjang membuat otak terbiasa dengan rangsangan cepat, sehingga menurunkan kemampuan konsentrasi.

Para ahli kesehatan mental menegaskan, fenomena Fear of Missing Out atau FOMO menjadi salah satu pemicu utama kecemasan. Pengguna merasa harus terus mengikuti tren agar tidak tertinggal dari lingkungannya.

Baca Juga: PKL Kembali Menjamur di Jalan Residen Pamuji Kota Mojokerto

Survei di Indonesia mencatat lebih dari 60 persen anak muda yang menggunakan TikTok secara intens mengalami stres dan gangguan tidur. Hal ini diperparah oleh kebiasaan membuka aplikasi hingga larut malam.

 Selain itu ketergantungan pada validasi sosial berupa likes dan komentar menimbulkan rasa cemas serta menurunkan kepercayaan diri. Remaja cenderung membandingkan diri dengan figur publik yang tampil sempurna di layar.

Dampak lain yang muncul adalah penurunan produktivitas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar atau bekerja sering teralihkan oleh kebiasaan menonton video singkat tanpa henti.

Studi internasional bahkan menemukan adanya perubahan morfologi otak pada pengguna yang kecanduan video pendek. Hal ini menunjukkan bahwa dampak psikologis TikTok bukan sekadar gangguan ringan, melainkan berpotensi jangka panjang.

Baca Juga: Mengapa setelah Minum Kopi Pikiran Terasa Lebih Segar, Lebih Fokus, dan Seolah “Lebih Redup” Dibandingkan Saat Tidak Mengkonsumsinya?

Para pakar menyarankan agar pengguna membatasi durasi penggunaan maksimal dua jam per hari. Fitur pengingat waktu yang tersedia di aplikasi dapat dimanfaatkan untuk mengontrol kebiasaan.

Aktivitas alternatif seperti olahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga diyakini mampu mengurangi ketergantungan. Rutinitas sehat menjadi kunci menjaga keseimbangan mental.

TikTok memang menawarkan hiburan instan, tetapi penggunaan berlebihan dapat menimbulkan dampak psikologis serius. Kesadaran pengguna dalam mengatur waktu dan menjaga kesehatan mental menjadi langkah penting menghadapi era digital saat ini.

 

KALKY

Editor : Imron Arlado
#kecemasan #gangguan tidur #kesehatan mental #kecanduan media sosial #tiktok