JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mengenai olahraga malam, menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa aktivitas fisik di malam hari bisa mengganggu kualitas tidur. Namun, sejumlah penelitian terbaru justru menunjukkan hasil yang lebih beragam.
Sebagian orang percaya bahwa olahraga malam meningkatkan detak jantung dan hormon adrenalin sehingga tubuh sulit untuk beristirahat. Pandangan ini kemudian berkembang menjadi mitos yang cukup populer di masyarakat.
Faktanya tidak semua jenis olahraga malam berdampak buruk pada tidur. Aktivitas ringan seperti yoga, peregangan, atau jalan santai justru dapat membantu tubuh lebih rileks dan memudahkan proses tidur.
Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari cepat atau angkat beban berat memang berpotensi membuat tubuh tetap terjaga. Apalagi jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, efeknya bisa membuat seseorang sulit terlelap.
Penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menyebutkan bahwa olahraga malam tidak otomatis mengganggu tidur, selama dilakukan minimal satu hingga dua jam sebelum waktu istirahat. Dengan jeda tersebut, tubuh memiliki kesempatan untuk menurunkan ritme jantung dan hormon stres.
Para ahli kesehatan juga menekankan bahwa manfaat olahraga tetap lebih besar dibandingkan risikonya. Baik dilakukan pagi, siang, maupun malam, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.
Meski setiap individu memiliki respons tubuh yang berbeda. Ada yang merasa segar setelah berolahraga malam, tetapi ada pula yang justru kesulitan tidur. Faktor kebiasaan dan kondisi fisik sangat memengaruhi hasilnya.
Baca Juga: Tempat Usaha Bahan Baku Obat Nyamuk di Mojokerto Terbakar
Beberapa pakar menyarankan agar masyarakat memilih jenis olahraga sesuai kebutuhan. Jika tujuannya untuk relaksasi sebelum tidur, maka yoga atau meditasi bisa menjadi pilihan tepat. Namun jika ingin meningkatkan stamina, olahraga intensitas tinggi sebaiknya dilakukan lebih awal.
Dengan demikian anggapan bahwa olahraga malam selalu bikin susah tidur tidak sepenuhnya benar. Lebih tepat jika disebut sebagai mitos yang hanya berlaku pada kondisi tertentu, terutama bila olahraga dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Jadi, olahraga malam bukanlah musuh bagi kulitas tidur. Kuncinya ada pada jenis olahraga, intensitas dan waktu pelaksanaan. Selama dilakukan dengan bijak, olahraga malam tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa harus mengorbankan waktu istirahat. KALKY
Editor : Imron Arlado