Buntut Siswa SMK PGRI Keracunan Siomay MBG, SPPG Randubangu Mojokerto Ditutup Sementara

Indah Oceananda • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 05:43 WIB
DISTRIBUSI DILIBURKAN: Suasana SMK PGRI Mojosari sebagai salah satu lembaga penerima manfaat MBG dari SPPG Randubango. Kemarin (10/4), lembaga ini tidak menerima MBG pasca adanya laporan dugaan keracunan yang terjadi pada Kamis (9/4). (Oce JPRM)
DISTRIBUSI DILIBURKAN: Suasana SMK PGRI Mojosari sebagai salah satu lembaga penerima manfaat MBG dari SPPG Randubango. Kemarin (10/4), lembaga ini tidak menerima MBG pasca adanya laporan dugaan keracunan yang terjadi pada Kamis (9/4). (Oce JPRM)

 

’’Sampai hari ini (kemarin, Red). Jadi, kami tidak dapat MBG. Katanya ditutup sementara.’’

Arief Setjo Wahjudi

Kepala SMK PGRI Mojosari

 

”Untuk hasil laboratorium dari BBLKM belum keluar.”

Anggrahini Sulistyowati

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan

 -          Kondisi Dua Siswa Diduga Alami Keracunan MBG Membaik

-          Hasil Uji Sampel Menu Sioamay di BBLKM Belum Keluar

KABUPATEN – Kondisi dua siswa dari 79 diduga turut mengalami gejala keracunan usai menyantap menu siomay Makan Bergizi Gratis (MBG) kian membaik. Kemarin (13/4), keduanya bahkan dinyatakan membaik dan tak lagi mendapatkan rawat jalan dari fasyankes terdekat. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menuturkan, per kemarin (13/4), kondisi kedua siswa SMK PGRI Mojosari tersebut dilaporkan sudah dalam kondisi membaik. Sehingga mereka tidak lagi menjalani pengobatan sekaligus pemantauan dari petugas kesehatan. ’’Kondisinya sudah membaik. Per hari ini (kemarin, Red) keduanya sudah tidak dapat rawat jalan lagi,’’ bebernya, kemarin (13/4). 

Dengan demikian, korban kasus dugaan keracunan MBG SPPG Randubango ini tercatat mencapai 79 siswa. Dari total 79 anak didik tersebut yang dilaporkan mengalami gejala diare tersebut tersebar dari empat lembaga penerima manfaat. Di antaranya, SMK PGRI Mojosari sebanyak 39 siswa, TK Kartika (11 siswa), SMA PGRI Mojosari (5 siswa), dan MI Mi’rojul Ulum (24 siswa). ”Per kemarin insya Allah 79 orang ini sudah dalam keadaan pulih semua,’’ terangnya. 

Baca Juga: Dugaan Keracunan Menu Siomay MBG di Mojokerto Capai 79 Siswa

Sedangkan untuk sampel bahan menu MBG yang dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, hingga kemarin dinkes belum dapat memastikan hasilnya. Sebab, sampel masih dalam proses pengujian. ”Untuk hasil laboratorium dari BBLKM belum keluar,” paparnya. 

Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati,  M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto
Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto

 

Kepala SMK PGRI Mojosari Arief Setjo Wahjudi menuturkan, sejak Jumat (10/4) lalu hingga kemarin (13/4) distribusi MBG dari SPPG Randubango masih dihentikan sementara. Sehingga SPPG di bawah Yayasan Santtana Andalan Ngglogongan, tersebut belum mendistribusikan kembali MBG kepada para siswa. ’’Sampai hari ini (kemarin, Red). Jadi, kami tidak dapat MBG. Katanya ditutup sementara,’’ ulasnya.  

Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Mojokerto Faulina Nur Fadhilah tak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. Sebelumnya, insiden dugaan kasus keracunan menu MBG kembali terulang. Sejumlah siswa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang didistribusikan SPPG Randubango, Kamis (9/4). 

Baca Juga: Santap Siomay MBG, Siswa SMK Mojokerto Alami Diare

Berdasarkan laporan awal yang diterima dinkes, para siswa saat itu menerima menu berupa kentang kukus, telur rebus, siomay ayam, bumbu kacang, tahu kukus, kubis atau kol rebus, dan semangka. Bumbu kacang yang diduga bermasalah tersebut lantas dikirim ke lima lembaga pendidikan penerima manfaat. Namun, dalam menu siomay tersebut dinkes mengindikasikan bumbu kacangnya dalam kondisi tidak layak untuk dikonsumsi. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
menu siomay mbg siswa smk keracunan mbg Keracunan Menu MBG Sppg mojokerto mbg mojokerto