Ahli Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Ida Fathurrohmi menuturkan, puasa tanpa sahur tidak akan menimbulkan risiko kesehatan bagi orang sehat, dewasa, dan tidak memiliki penyakit tertentu.
Sebab, tubuh manusia terutama orang dewasa memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang dapat digunakan tubuh saat berpuasa. ’’Jadi, aman tidaknya untuk kesehatan tergantung ketahanan tubuh masing-masing individu,’’ katanya.
Kendati demikian, Ida tak menampik jika melewatkan sahur juga bakal ada beberapa efek buruk yang bisa terjadi pada tubuh. Terlebih, bagi mereka yang membutuhkan lebih banyak energi dan cairan untuk menunjang aktivitas mereka. ’’Efek yang mungkin terjadi bisa menyebabkan tubuh lebih cepat lemas, risiko dehidrasi dan asam lambung bisa meningkat,’’ urainya.
Dia menyatakan, puasa tanpa sahur dapat menurunkan fokus dan konsentrasi sehingga aktivitas menjadi terganggu. Sehingga, ia menyarankan agar tetap makan sahur sebelum menunaikan ibadah puasa. ’’Jika tidak sempat pun usahakan selalu menjaga pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh agar puasa lancar dan tetap bugar,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah