Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wagub Emil Soroti SOP MBG di Mojokerto

Indah Oceananda • Senin, 12 Januari 2026 | 05:55 WIB

 

 

PANTAUAN PEMPROV: Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta keterangan kepala SPPG di Ponpes Mahad An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Minggu (11/1
PANTAUAN PEMPROV: Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta keterangan kepala SPPG di Ponpes Mahad An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Minggu (11/1
Hari Ini, Hasil Lab Menu Diumumkan

KABUPATEN - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan upaya tindak lanjut intensif dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menelisik penyebab dugaan keracunan massal yang dialami 216 orang penerima manfaat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo, kemarin (11/1).

Saat mengunjungi Ponpes Mahad An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo yang menjadi posko sementara, sosok yang akrab disapa Emil ini menilik kondisi murid, santri hingga guru yang tengah menjalani perawatan intensif. Ia juga sempat berkoordinasi sekaligus meminta keterangan dari Kepala SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Afni .

’’Kepala SPPG tadi menyampaikan, terdata ada 7 lembaga yang telah dihubungi dan menyatakan ada keluhan-keluhan dari peserta didik mereka. Nah, setelah kita telusuri lebih dalam lagi, contoh di pesantren ini, mereka menerima kurang lebih 160-an porsi, lebih dari 100 yang kemudian menyampaikan keluhan. Artinya ada kekhususan di tempat-tempat tertentu. Nah, di sinilah kita harapkan ini bisa membantu mengerucutkan akar permasalahannya,’’ terangnya.

Emil menyatakan, belum bisa menyimpulkan penyebab dari terjadinya insiden tersebut. Kendati demikian, pihaknya memastikan pemerintah siap memberikan dukungan terbaik kepada BGN dalam upaya evaluasi. ’’Kemungkinan tujuh lembaga ini adalah mereka yang mendapatkan pengirimannya di kisaran siang antara pukul 09.00-an. Nah, harus kita pastikan. Jadi kita ingin yang jawaban yang lebih konklusif untuk membuat sistem yang lebih baik lagi ke depannya,’’ papar dia.

Di sisi lain, Emil mengungkapkan, aturan membawa pulang MBG juga perlu menjadi bahasan yang perlu dikaji. Menurutnya, di satu sisi membawa pulang makanan sesuatu yang mulia agar tidak mubazir. Tapi, di sisi lain MBG juga tidak disarankan dikonsumsi jika sudah melampaui masa konsumsi yang disarankan. ’’Jadi ini yang harus menjadi catatan. Sekali lagi kami kembalikan kepada BGN. Tentu kita bersama-sama akan memberikan dukungan untuk menyempurnakan langkah-langkah di lapangan,’’ imbuh dia.

Emil juga meminta untuk sementara waktu penundaan operasionalisasi di SPPG tersebut, termasuk untuk distribusi MBG yang dibagikan ke Ponpes Mahad An Nur. ’’Khusus pondok ini memang untuk seminggu ke depan ya, libur dulu. Jadi, harapan kami tentu kita bisa memberikan keyakinan kepada pihak pondok juga apabila ini dilanjutkan bisa ada jaminan kualitas yang baik,’’ bebernya.

Ia juga mengimbau agar semua pihak memastikan bersama kondisi kesehatan, khususnya bagi masyarakat sekitar yang menjadi penerima manfaat dari SPPG tersebut. Apabila merasa gejala, ia meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan pertolongan.

’’Jangan ada yang ngempet artinya nggak lapor. Jadi, mohon dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat semua akan ditanggung pengobatannya karena ini merupakan bagian dari prioritas kita saat ini adalah memastikan semua penerima manfaat yang terdampak secara medis dapat ditangani,’’ tandasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menambahkan, sejalan dengan prinsip Wagub Emil Dardak, pemda siap untuk melakukan evaluasi sekaligus pembenahan untuk membantu SPPG dan BGN. ’’Kami siap untuk melakukan evaluasi, pembenahan untuk membantu SPPG dan BGN dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga bisa lekas untuk operasional kembali,’’ terangnya.

Ia menuturkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan pemeriksaan sampling secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab dari peristiwa yang terjadi sejak Sabtu (10/1) lalu. ’’Baik dari makanan, muntahan siswa sudah kita ambil juga untuk sampling. Hasil sampel akan keluar besok (hari ini, Red), tapi kita tidak berupaya cepet-cepetan, yang penting data ini bisa akurat valid sehingga bisa kita jadikan evaluasi,’’ tutur Teguh.

Pihaknya juga memastikan, biaya perawatan medis seluruh korban ditanggung secara menyeluruh oleh BGN. Sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. ’’Biaya kita sepakat ke BGN, masyarakat tidak perlu mengeluarkan serupiah pun,’’ tandasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#pemprov jatim #Pemkab Mojokerto #keracunan mbg #keracunan massal #mbg mojokerto