JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tak hanya bermanfaat sebagai bahan pokok makanan sehari-hari, beras juga dikenal memiliki khasiat yang luar biasa untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit.
Menariknya, khasiat tersebut justru berasal dari bagian beras yang seringkali dianggap sisa namun sebenarnya penuh manfaat untuk kulit, yakni air cucian beras, yang menyimpan berbagai nutrisi alami seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.
Bahan sederhana dari air cucian beras tersebut telah dikenal sejak dahulu di berbagai budaya Asia sebagai salah satu rahasia perawatan kulit tradisional dan alami untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bercahaya.
Di Jepang, air cucian beras disebut-sebut sebagai rahasia kulit cerah dan bersih para geisha. Sementara di Tiongkok dan Korea, penggunaan air cucian beras kerap kali dikaitkan dengan rutinitas kecantikan secara turun-temurun.
Kini, kebiasaan tradisional dan alami tersebut kembali melonjak seiring munculnya tren perawatan alami yang digemari generasi muda.
Tak sedikit orang di era masa kini yang mulai melirik air cucian beras sebagai pilihan tepat merawat kulit karena sifatnya yang lembut dan mudah didapatkan serta memberikan hasil yang nyata di kulit.
Baca Juga: Keabsahan Dokumen Pembayaran Proyek Kapal TBM Kota Mojokerto Disorot
Bahkan, pengaruh dari lonjakan tren dan khasiat air cucian beras yang berlimpah tersebut melahirkan berbagai produk perawatan kulit yang terinspirasi dari kandungan alami air cucian beras.
Dalam air cucian beras, terdapat berbagai zat aktif seperti vitamin B kompleks yang mampu membantu memperbaiki tekstur kulit, vitamin E yang mampu menjaga kelembapan dan elastisitas, serta asam ferulat yang memiliki sifat antioksidan untuk menjaga kulit dari jangkauan radikal bebas.
Tak hanya itu, kandungan inositol dan mineral alami di dalamnya juga turut membantu mempercepat regenerasi kulit, menjaga agar tetap halus, dan melindungi kulit dari lapisan yang paling dalam.
Selain dapat membantu mencerahkan kulit, air cucian beras juga dapat menenangkan kulit dari iritasi dan mengontrol produksi sebum agar wajah tidak cepat kusam, sehingga sangat cocok untuk kulit sensitif dan juga kulit berminyak.
Sementara itu, kandungan vitamin E dan mineral alami di dalam air cucian beras dapat memberikan efek lembap pada kulit, sehingga cocok digunakan oleh orang yang memiliki tipe kulit kering.
Dalam pemakaian jangka panjang, kandungan antioksidan pada bahan alami ini juga dapat berperan sebagai pencegah tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan keriput.
Proses pembuatan skin care atau perawatan kulit alami dari air cucian beras ini cukup sederhana. Biasanya, kandungan nutrisi paling tinggi berasal dari air hasil bilasan pertama atau kedua.
Setelah itu, air beras dimasukkan ke dalam wadah bersih dan disimpan di tempat dengan suhu ruang yang sejuk, seperti di dalam kulkas, agar tetap segar dan tidak mudah basi. Air cucian beras umumnya bisa bertahan selama tiga hingga lima hari saja.
Penggunaan air cucian beras sebagai perawatan kulit alami dapat digunakan dengan berbagai cara tergantung dengan kebutuhan masing-masing kulit.
Umumnya air cucian beras digunakan sebagai toner alami setelah mencuci wajah untuk memberikan efek yang segar dan lembap.
Ada pula yang menggunakan air cucian beras sebagai perawatan kulit dengan cara dicampurkan ke dalam masker wajah atau tubuh untuk hasil yang lebih cerah dan halus.
Untuk perawatan kulit tubuh, air cucian beras dapat dicampurkan ke dalam air mandi agar kulit terasa lebih lembut dan terhidrasi setelah berendam.
Baca Juga: Belasan Tumpukan Limbah B3 Dibuang di Lahan Terbuka
Meskipun berasal dari bahan yang alami, tak menutup kemungkinan bahwa perawatan kulit menggunakan air cucian beras dapat menimbulkan efek samping bagi kulit, maka dari itu penggunaan air cucian beras harus dikontrol dengan bijak.
Beberapa orang dengan kulit sensitif mungkin akan mengalami reaksi ringan seperti gatal dan kemerahan setelah menggunakan air cucian beras, terutama jika air dibiarkan terlalu lama.
Karena air beras yang disimpan lebih dari lima hari bisa mengalami perubahan aroma dan warna yang menandakan kandungannya telah terkontaminasi.
Maka dari itu, air cucian beras sebaiknya selalu disimpan dengan baik dan digunakan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Di tengah maraknya produk kecantikan modern, hadirnya air cucian beras menjadi pengingat bahwa perawatan dari bahan alami juga dapat memberikan hasil yang tak kalah menawan. FANEZA
Editor : Imron Arlado