JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kamu penderita gangguan penglihatan tetapi malas menggunakan kacamata? hati-hati terkena lazy eyes lho!
Bagi penderita gangguan penglihatan, memakai kacamata sangatlah penting. Terkadang seseorang merasa lelah dan melepas kacamatanya.
Namun, jika seseorang cenderung tidak memakai kacamatanya padahal memiliki gangguan penglihatan, hal tersebut akan memperburuk kondisi kesehatan mata.
Salah satu akibat dari malas menggunakan kacamata yakni dapat berisiko terkena lazy eyes.
Apa Itu Lazy Eyes?
Lazy eyes atau mata malas adalah penurunan ketajaman penglihatan yang disebabkan oleh gangguan atau kelainan dalam perkembangan sistem penglihatan di otak pada masa bayi dan anak-anak.
Kondisi ini terjadi ketika bagian saraf penghubung antara mata dan otak tidak bekerja secara optimal dalam merespons rangsangan.
Akibatnya, otak hanya mengirimkan sinyal kepada mata yang sehat saja, sementara mata lainnya mengalami gangguan penglihatan sehingga tampak sayu.
Tanda-tanda Lazy Eyes
Gejala lazy eyes sering kali tidak langsung disadari hingga muncul perubahan dalam cara seseorang berinteraksi dengan objek atau lingkungan di sekitarnya. Beberapa tanda yang mungkin tampak antara lain:
- Sering memiringkan kepala ke satu sisi
- Sering menyipitkan mata
- Sering membentur benda di sekitarnya
- Mata juling
- Kelopak mata turun
Penyebab Lazy Eye
Lazy eyes dapat disebabkan oleh beberapa kondisi mata seperti berikut:
- Refraktif
Gangguan penglihatan yang disebabkan oleh pembiasan cahaya yang tidak tepat, seperti rabun jauh, rabun dekat, silinder, dan astigmatisma berat pada kedua mata. Hal tersebut menyebabkan kedua mata tidak mendapat rangsangan visual yang cukup untuk menunjang perkembangan tajam penglihatan sehingga memicu terjadinya mata malas
- Strabismus atau Mata Juling
Pada kondisi mata juling, kedua mata tidak mampu menggabungkan gambar yang diambil secara bersamaan. Akibatnya, otak hanya mampu memproses gambar dari satu mata saja dan mengabaikan yang lainnya.
Hal ini membuat mata dominan akan berkembang sempurna, sementara mata yang lain tidak dapat berkembang semestinya dan cenderung menjadi malas bergerak.
- Deprivasi
Kelainan mata seperti katarak, luka pada bola mata, atau kelainan pada kelopak mata juga dapat menyebabkan lazy eyes.
- Perbedaan Ukuran Kacamata
Ukuran kacamata yang berbeda sebelah atau lebih besar antara mata satu dengan lainnya dapat menyebabkan terjadinya lazy eyes.
Dampak Malas Menggunakan Kacamata
Berikut adalah dampak dari kebiasaan malas menggunakan kacamata bagi penderita gangguan kesehatan refraksi:
- Rentan Mengalami Kecelakaan
Penderita gangguan refraksi sangat mungkin mengalami kesulitan melihat jalanan secara jelas.
Akibatnya, tidak hanya penderita refraksi yang rentan mengalami kecelakaan, tetapi berdampak juga pada orang lain yang berada di sekitarnya.
- Penglihatan Semakin Buruk
Ketika seseorang memiliki gangguan mata dan tidak memakai kacamata, maka mata akan bekerja lebih keras untuk dapat melihat objek secara jelas yang umumnya dilakukan dengan menyipitkan mata dan mengerutkan kening.
Kebiasaan ini dapat berakibat buruk pada mata karena dapat membuat mata menjadi lelah dan semakin memburuk.
Selain itu, dapat membuat kepala sering sakit atau pusing. Dengan demikian penglihatan mata akan semakin memburuk karena tidak ada bantuan dari kacamata.
- Terkena Lazy Eyes
Ketika mata mengalami kondisi lazy eyes, kemampuan penglihatan dapat menurun secara signifikan dan berisiko menjadi permanen.
Beberapa gejala yang mungkin muncul akibat lazy eyes antara lain mata juling, kurangnya koordinasi antara kedua bola mata, serta posisi bola mata yang tampak menonjol ke arah luar atau dalam, dan berbagai kelainan lainnya.
Demikian penjelasan terkait lazy eyes seperti tanda-tanda mengalami lazy eyes, penyebab lazy eyes, dan dampak dari kebiasaan malas menggunakan kacamata. Jadi, bagi kamu penderita gangguan penglihatan mata, jangan malas menggunakan kacamata ya! LINDA
Editor : Imron Arlado