Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kebiasaan Bersih-Bersih, Kunci Stabilitas Emosi dan Mental yang Sehat

Imron Arlado • Selasa, 22 Juli 2025 | 04:14 WIB
Bersih-Bersih Membawa Kebahagiaan - Pinterest
Bersih-Bersih Membawa Kebahagiaan - Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kebiasaan sering membersihkan lingkungan sekitar ternyata bukan sekadar aktivitas untuk membuat rumah atau ruangan tampak rapi dan bersih.

Kebiasaan ini memiliki dampak yang lebih luas, termasuk pengaruh positif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis seseorang.

Perilaku hidup bersih yang sudah dibiasakan sejak dini berperan penting dalam membentuk kepribadian yang teratur dan membantu menjaga stabilitas emosi di masa dewasa.

Kebersihan yang dimaksud tidak hanya sebatas menjaga kebersihan fisik diri dan tempat tinggal, tetapi juga merujuk pada kebersihan mental dan suasana hati.

 

 

Orang yang terbiasa hidup bersih dan rapi cenderung memiliki tingkat disiplin tinggi dan mampu mengelola stres dengan lebih baik.

Mereka juga lebih sensitif terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya, sehingga selalu berusaha menciptakan ruang yang nyaman dan dapat meningkatkan produktivitas.

Sebaliknya, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental kerap mengabaikan kebersihan diri dan lingkungan, yang justru memperparah kondisi psikologis mereka.

Dari berbagai penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas bersih-bersih ternyata dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh.

 

 

Dengan berkurangnya hormon ini, seseorang dapat merasa lebih tenang dan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Lebih dari itu, aktivitas membersihkan lingkungan sering dianggap sebagai bentuk terapi alami.

Saat membersihkan rumah, seseorang dapat mencapai kondisi “flow”, sebuah keadaan di mana pikiran fokus sepenuhnya pada tugas saat itu sehingga dapat merasa rileks dan bebas dari pikiran negatif.

Kebersihan dan keteraturan lingkungan pun berfungsi sebagai zona nyaman yang meningkatkan rasa aman dan mengurangi kecemasan.

 

 

Dengan demikian, tidak mengherankan jika banyak orang yang merasa puas dan bahagia setelah melakukan aktivitas bersih-bersih.

Namun, jika seseorang merasa perlu membersihkan secara berulang dan merasakan kecemasan yang sangat tinggi bila tidak bisa melakukannya, hal ini bisa menandakan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Gangguan ini justru dapat menimbulkan stres yang berkepanjangan dan menggangu kualitas hidup penderitanya.

Oleh karena itu, sikap seimbang perlu dijaga supaya membersihkan rumah tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan menyiksa.

 

 

Selain manfaat bagi kesehatan mental, kebiasaan bersih-bersih juga memperlihatkan kepribadian yang terorganisir, perfeksionis, dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Mereka yang rutin membersihkan umumnya pandai mengatur barang dan menjadikan ruang hidupnya tertata dengan baik.

Hal ini tidak hanya membuat suasana rumah menjadi nyaman, tapi juga menghemat energi mental sehingga seseorang lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan hidup yang cepat dan dinamis.

Secara keseluruhan, aktivitas bersih-bersih memiliki peran penting yang lebih dari sekadar aspek fisik.

 

 

Kebiasaan ini mencerminkan kepribadian yang mendambakan keteraturan dan kenyamanan serta membantu menjaga keseimbangan psikologis dalam menghadapi stres dan ketidakpastian hidup.

Dengan begitu, merawat kebersihan menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

 Devi

Editor : Imron Arlado
#kesehatan #stabilitas emosional #kebiasaan #psikologis #bersih bersih