JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial yang sering membuat kepercayaan diri naik dan turun.
Self Esteem atau harga diri merupakan bagaimana seseorang menilai, menghargai, dan menerima dirinya sendiri. Di masa remaja saat ini, self-esteem menjadi aspek psikologis yang sangat penting karena di fase inilah jati diri mulai terbentuk.
Remaja menghadapi berbagai tantangan unik seperti, perubahan fisik secara drastis, pencarian jati diri, tekanan dari teman sebaya, harapan besar orang tua, dan bahkan pengaruh media sosial.
Dimana media sosial menampilkan standar kesuksesan, kecantikan, dan kehidupan ideal secara berlebihan. Semua ini dapat membuat para remaja merasa tidak cukup baik, tidak layak, atau tidak berharga dibanding orang lain.
Namun, pada masa ini pula banyak remaja mengalami krisis kepercayaan diri karena berbagai tekanan yang datang dari luar maupun dalam diri mereka sendiri atau lingkungan di sekitar mereka.
Ketika harga diri terganggu, remaja menjadi lebih rentan terhadap stres, depresi, kecemasan diri, bahkan sampai menarik diri di lingkungan sosial.
Dengan membangun self-esteem yang sehat, remaja bisa menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, menjalin hubungan sosial yang sehat. Dan menghadapi tekanan hidup, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh secara emosional.
Masa remaja adalah pondasi bagi kehidupan dewasa. Maka, membangun self-esteem yang kuat di usia ini bukan hanya penting, tetapi sangatlah penting.
Mengapa self-esteem sangat penting untuk remaja? self-esteem remaja yang sehat membuat remaja merasa lebih tenang menghadapi hidup, dan mampu berkata “tidak” terhadap hal-hal yang melanggar prinsip mereka.
Dan dapat membantu remaja untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan rasa saling menghargai, juga lebih cepat pulih setelah mengalami kegagalan atau penolakan berulang kali.
Inilah beberapa cara membangun self-esteem pada remaja:
Mengasah keterampilan dan potensi diri
- Fokus pada proses, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain saat mencoba untuk mengasah keterampilan.
- Berani mencoba hal baru dan berani mengambil resiko yang sehat seperti, menghindari sikap mudah menyerah dan jangan takut salah.
Membangun dan memelihara hubungan yang sehat
- Menjaga hubungan pertemanan yang suportif seperti, teman yang sehat dan mendukung dapat sangat membantu dalam membangun self-esteem.
- Mencari dukungan dari orang terdekat seperti, meminta bantuan dengan orang yang kalian orang yang kalian percaya seperti, keluarga, teman, untuk mendukung kalian.
Baca Juga: Segera Tayang, Sinopsis Drama Korea Terbaru “ Eye Shopping” Adaptasi dari Webtoon
Memahami dan menerima diri sendiri
- Dapat membuat keputusan sendiri dan belajar untuk membuat keputusan penting dalam hidup kalian secara mandiri.
- Juga dapat mengelola stres dengan sangat baik agar tidak memengaruhi pandangan kalian terhadap diri kalian sendiri.
Mengembangkan pola pikir positif
- Mengganti pikiran negatif tentang diri sendiri dan menjadi lebih berpikir positif.
- Mengucapkan atau menulis hal-hal baik tentang diri kalian secara teratur, seperti kekuatan dan pencapaian kalian.
AILEEN ZNR