JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mengapa kita menjadi sangat lelah setelah emosi hebat? Alasannya sederhana. Karena adanya reaksi fisiologis dan hormonal yang kompleks.
Tubuh kita melepaskan hormon stres seperti adrenalin yang membuat peningkatan detak jantung, pernapasan, dan banjir keringat.
Setelah mengalami emosi yang hebat, seperti takut, sedih, marah, dan cemas tubuh kita akan sering terasa sangat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik.
Dan hal ini sering terjadi karena saat kita merasakan emosi yang kuat, otak kita bekerja seperti memicu sistem saraf simpatik yang membuat tubuh seakan-akan bersiap untuk menghadapi bahaya yang akan datang.
Jantung berdebar lebih cepat, nafas tersengal-sengal, dan otot-otot tubuh menegang menyebabkan hormon stres mengalir sangat deras di dalam darah.
Dan membuat kita merasa gelisah dan tegang, proses ini membutuhkan energi yang cukup besar sehingga setelah mengeluarkan emosi yang hebat membuat tubuh kita menjadi lelah.
Tubuh kita merasa lelah itu sebab cadangan emosi kita sudah terkuras habis. Dan itu juga membuat tubuh kita menjadi lemas seperti sudah tidak memiliki tenaga.
Respons ini juga merupakan reaksi yang dialami tubuh terhadap stress, namun jika terlalu intens dan berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental.
Berikut beberapa alasan mengapa emosi yang kuat dapat membuat tubuh menjadi lelah:
Kelelahan emosional
Emosi yang terlalu intens dan berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan emosional. kondisi ini dimana seseorang merasa sangat lelah, dan seringkali sebagai akibat tekanan emosional yang berkepanjangan.
Baca Juga: Pemuda Tenggelam di Rolak Songo Mojokerto Ditemukan Hanyut 5 Km
Pikiran yang terkuras
Dimana kondisi mental yang lelah atau kelelahan dan itu disebabkan tekanan terus menerus dari lingkungan sekitar, atau situasi hidup lainya yang dapat menguras energi mental.
Hormon stres
Saat kita mengalami emosi yang kuat, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin. hormon ini juga dapat memicu perubahan fisik, termasuk peningkatan detak jantung dan membuat pernapasan menjadi tersengal-sengal.
Pelepasan energi
Emosi yang intens juga membutuhkan pelepasan energi, setelah mengalami emosi yang kuat tubuh kita juga membutuhkan waktu untuk pulih dan mengumpulkan energi.
Penggunaan energi mental
Kemampuan untuk berpikir jernih, berkonsentrasi, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar. Energi mental yang baik berkontribusi pada fungsi kognitif, seperti daya ingat.
Baca Juga: Pengadaan Seragam Sekolah Gratis di Kota Mojokerto Belum Kelar
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Berpeluang Diperiksa Kejaksaan
Pentingnya untuk mengelola emosi agar bisa mencegah kelelahan yang berlebihan.
Hal itu juga dapat juga dilakukan dengan berbagai cara seperti:
Mencari dukungan
Berbicara dengan orang yang dipercaya seperti keluarga, teman, sahabat, atau yang lebih profesional. Hal itu bisa membantu seseorang untuk mengurangi emosi yang ada di dalam diri orang tersebut.
Baca Juga: Car Free Night di Jakarta Akan Dilakukan 5 Juli, Deretan Artis Ternama Bakal Ikut Meramaikan
Mengidentifikasi penyebab emosi
Memahami apa yang dapat memicu emosi, dan dapat membantu seseorang untuk siap menghadapi dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya.
Menjaga gaya hidup sehat
Istirahat yang cukup, tidur yang cukup, makan makanan sehat, dan berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan, mengurangi rasa stres dan risiko kelelahan.
AILEEN ZNR