Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Mojokerto
TEPAT 10 Juni lalu, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) resmi menginjak usia ke-57 tahun. Bersamaan dengan itu, seluruh IFI di Indonesia menggeber aksi massal Interval Walking Training (IWT) dan Skrining Kesehatan Gerak dan Fungsi secara serentak, termasuk IFI Cabang Mojokerto.
Berlangsung di Gelora A. Yani Mojokerto, Minggu, (22/6), kegiatan IWT tersebut juga diisi dengan berbagai agenda menarik lainnya. Seperti pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan postur anak dan dewasa, serta konsultasi gratis bersama Fisioterapi Profesional IFI Cabang Mojokerto, hingga pembagian suvenir. ’’Kampanye ini untuk meningkatkan kontribusi para fisioterapi Indonesia dalam mendukung berbagai upaya deteksi dini penyakit, dengan prioritas pada jenis penyakit metabolik yang menjadi fokus dari Kementerian Kesehatan saat ini,’’ kata ketua panitia pelaksana Putri Sukma Rahayu.
Menurutnya, komitmen dari kampanye ini, dilaksanakan dengan peningkatan kontribusi para fisioterapi untuk melakukan upaya deteksi dini stroke. Itu juga menandai pelayanan fisioterapi berbasis bukti menjadi standar bagi para fisioterapis pada setiap aspek layanan. ’’Setelah dari hasil pemeriksaan ini, jika memang masyarakat dirasa perlu untuk mendapatkan layanan lebih lanjut, kami arahkan ke rumah sakit sekitar serta klinik fisioterapi,’’ paparnya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga menggandeng mahasiswa Universitas Anwar Medika Sidoarjo Jurusan S1 Fisioterapi dan Teknik Laboratorium Medis, total ada sekitar100 lebih masyarakat yang menjalani pemeriksaan skrining ini. ’’Ini juga menjadi fakta, para fisioterapis telah berkontribusi dalam semua aspek dan area layanan yang bersentuhan dengan masyarakat. Sudah layak dan pantas profesi fisioterapi makin berkembang dan tidak lagi malu-malu menampilkan perannya di masyarakat,’’ tambah Ketua IFI Mojokerto Arwina Nofaningtiyas.
Karena bersifat nasional, kampanye ini menjadi wajib digelar oleh semua tingkat kepengurusan organisasi IFI. Sinergi dan kolaborasi dari kegiatan ini, diharapkan mampu menggandeng para pembuat kebijakan, pihak pemangku kepentingan dan masyarakat. ’’Harapan dari kegiatan massal interval walking training (IWT) dan skrining kesehatan gerak dan fungsi ini, agar dapat menampilkan potret fisioterapi Indonesia yang makin dekat ke masyarakat. Sehingga kedepannya mampu membuat masyarakat bergerak untuk mendukung Indonesia sehat,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi