JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kamu merasakan perubahan emosional dan mood menjadi buruk, bahkan sampai meledak-ledak ketika uang menipis atau tak pegang uang saat tagihan lagi menumpuk?
Stres finansial bisa terjadi karena adanya pemicu stres secara umum. Namun, stres ini bisa memiliki dampak pada emosi seseorang tanpa disadari. Adanya perasaan mudah marah saat tak punya uang ternyata bukan sekedar karakter buruk, melainkan memiliki akar penyebab secara psikologis yang perlu di pahami.
Keterkaitan emosi dan tidak punya uang memang sering dianggap remeh, namun hal ini justru berkaitan dengan alasan uang yang sering kali dianggap sebagai sumber dari kebahagiaan beberapa orang.
Namun, hal ini tentu juga berkaitan dengan beberapa faktor lain seperti faktor sosial, psikologis, dan juga budaya. Karenanya tak punya uang sering kali menjadikan seseorang mudah emosi.
Baca Juga: Kenapa Perempuan Mudah Marah karena Masalah Sepele? Ini Fakta dan Cara Mengendalikan Tanpa Drama
Dilansir dari halodoc, menurut Brad Klontz, seorang psikolog yang menjadi pendiri Financial Psychology Institute mengungkapkan bahwa gangguan mental yang disebabkan oleh uang menjadi pola kronis dari perilaku finansial yang bisa merusak diri sendiri. Karena uang dan kesehatan mental memiliki keterkaitan secara langsung.
Beberapa alasan secara psikologi mudah marah saat kantong kosong!
Respon otak terhadap ancaman
Otak akan merespon dan menganggap adanya kekurangan sumber daya (termasuk keuangan sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidup. Ketika seseorang merasa terancam, secara langsung otak akan mengaktifkan respon lari atau lawan, sehingga tubuh akan mendapatkan banyak hormon stres.
Dampaknya akibat hormon kecemasan yang meningkatkan kewaspadaan, sehingga menjadikan seseorang lebih agresif, mudah tersinggung, dan mudah emosi.
Hilang rasa kontrol
Uang sering kali dijadikan sebagai bentuk rasa aman, kebebasan, kebahagiaan, dan kontrol atas hidup. Ketika seseorang tidak punya uang tentu kita akan merasa kehilangan kontrol atas situasi, pilihan, kebahagiaan, dan juga masa depan.
Dampak yang terjadi, karena adanya perasaan tidak berdaya dan frustasi akibat kehilangan kontrol dapat menjadi pemicu munculnya amarah.
Baca Juga: Mudah Marah? Berikut Cara Mengendalikan Emosi Pada Diri Sendiri
Menjadi beban kognitif
Stres finansial membuat otak menjadi bekerja lebih ekstra, seseorang secara terus-menerus akan memikirkan kebutuhan-kebutuhan yang harus diselesaikan dengan uang. Tentunya adanya beban kognitif yang tinggi dapat mengakibatkan terkurasnya energi mental.
Baca Juga: Mudah Lelah setelah Nongkrong dan Bersosialisasi? Jangan-Jangan Social Battery Kamu Lagi Habis!
Dampaknya, otak yang kelelahan akan menjadikan seseorang sulit untuk mengatur emosi dan menjadikan individu mudah terpancing secara emosional.
Editor : Imron Arlado