JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sebagian orang pasti tidak ingin mendapati kondisi berat badan naik. Mereka sudah menjalankan beberapa metode diet yang efektif menurunkan berat badan.
Namun, tak sedikit orang mengalami kesusahan dalam menurunkan berat badan. Karena mereka merasa tertekan dengan metode diet yang membatasi makanan tertentu.
Tidak perlu khawatir lagi, terdapat metode diet yang bisa kamu lakukan tanpa harus mengalami tekanan. Kamu bisa mencoba intermittent fasting atau diet puasa. Metode diet ini mengandalkan perputaran jam.
Secara umum, diet berpuasa biasanya dilakukan dengan jarak waktu 16:8, 16 jam berpuasa dan 8 jam untuk waktu makan. Namun, kamu tidak perlu berpatok pada perbandingan jam tersebut.
Baca Juga: PLN Siap Pasok Listrik Andal, Bupati Mojokerto Dukung Penuh
Bagi pemula kamu bisa melakukan intermittent fasting dengan perbandingan jam 12:12. Kamu bisa mengonsumsi makanan sejak pukul 9 pagi hingga 5 sore. Lalu kamu harus berpuasa dari jam 5 sore hingga 9 pagi esok harinya.
Pada intinya, intermittent fasting merupakan metode makan yang dilakukan dimana seseorang akan membatasi jumlah kalori serta waktu makan dalam hitungan waktu per harinya.
Baca Juga: Syifa Adelia Az Zahra yang Pergi Menjelang Perpisahan Sekolah
Selain berguna untuk menurunkan berat badan, intermittent fasting juga bisa memunculkan kebiasaan pola makan yang lebih sehat.
Manfaat Intermittent Fasting
- Turunnya Berat Badan: Konsumsi makanan dan jumlah kalori yang masuk kedalam tubuh akan otomatis berkurang karena adanya batasan waktu makan dalam sehari-hari.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Menurut beberapa penelitian metode makan intermittent fasting bisa membantu menurunkan tekanan kolesterol, darah, dan trigliserida.
- Mengurangi Resiko Stres Oksidatif: Tanpa kamu sadari, diet puasa bisa membantu pekerjaan sel-sel yang ada dalam tubuh untuk membuang racun.
Baca Juga: Ayah Angkat Jasad, Ibu Pingsan di Tempat, Siswi SDN Balongsari Kota Mojokerto Tewas Disambar KA
- Dapat Membantu Peningkatan Fungsi Otak: Saat berpuasa, produksi hormon Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) akan meningkat. Hormon ini bertugas dalam proses pertumbuhan sel-sel otak baru.
Tips Melakukan Intermittent Fasting
- Lakukan dengan Bertahap
Untuk melakukan intermittent fasting, kamu tidak perlu langsung berpuasa selama 16 jam. Hal yang harus kamu lakukan hanyalah mengurangi waktu makan secara bertahap.
Baca Juga: DPRD Kota Mojokerto Soroti Aset Mangkrak hingga Bedah Potensi PAD
- Dengarkan Tubuh
Jika tubuh sudah memberikan sinyal tidak kuat dalam menjalankan program diet intermittent fasting, seperti merasa pusing. Kamu harus menghentikan dietmu tersebut agar tidak mengalami gangguan kesehatan yang serius.
- Jangan Lupa Untuk Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Agar tidak merasa lapar saat menjalani diet intermittent fasting, kamu harus minum air putih sebanyak 8 gelas perhari. Hal ini juga bisa membantu kamu untuk menjaga kesehatan tubuh.
- Perhatikan Kebutuhan Tubuh Terpenuhi
Meskipun waktu makan dibatasi kamu harus bisa memperhatikan kebutuhan nutrisi. Tubuh perlu mengkonsumsi protein, karbohidrat, serat, dan lemak dalam takaran tertentu.
Baca Juga: BPR Majatama Mojokerto Gebyar Undian Tabungan Kurban
- Sesuaikan IF dengan Jadwal Aktivitasmu
Kamu harus memilih metode diet puasa yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari. Biasanya seseorang akan salah mengambil langkah disini sehingga merasa tertekan terhadap metode diet yang ia jalani.
LAILA
Editor : Imron Arlado