JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Makan merupakan suatu kebutuhan dasar manusia, kegiatan mengonsumsi makanan maupun minuman ini menyediakan sumber energi bagi tubuh untuk bertahan hidup.
Namun, terdapat sebagian orang yang makan terlalu banyak sehingga menyebabkan tubuh menjadi gemuk.
Sementara itu, terdapat juga sejumlah orang yang porsi makannya banyak tetapi sulit gemuk dan berat badan tidak kunjung bertambah.
Hal tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola makan, genetik, atau suatu kondisi medis.
Penyebab Seseorang Makan Banyak tapi Badan Tetap Kurus
- Genetik
Sejumlah orang yang mengalami kondisi ini mungkin berasal dari faktor genetik keluarga. Beberapa orang memang memiliki tipe struktur tubuh yang sulit mengalami penumpukan lemak.
Selain karena genetik, penumpukan lemak juga bisa sulit terjadi karena beberapa faktor, seperti pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.
- Metabolisme Tubuh yang Cepat
Metabolisme merupakan suatu proses dalam tubuh yang bertugas mengubah makanan menjadi energi, metabolisme menjadi penyebab paling umum terkait berat badan yang susah naik.
Metabolisme tubuh yang cepat menggambarkan pembakaran kalori yang lebih cepat tanpa melalui proses penyimpanan dalam bentuk otot dan lemak.
- Aktivitas yang Berlebihan
Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berlebihan bisa menjadi penyebab berat badan susah naik, karena dapat membakar kalori dalam tubuh lebih banyak.
Aktivitas fisik yang rutin seperti berolahraga secara teratur dapat membantu pembakaran kalori lebih banyak, sehingga akan sulit mengalami penumpukan lemak.
- Stres
Kondisi stres dapat memicu pola makan yang berantakan, gangguan makan yang menyebabkan berat badan susah naik.
Pasalnya, saat seseorang mengalami stres, tubuh secara otomatis akan melepas hormon kortisol yang menganggu metabolisme tubuh dan nafsu makan menjadi berkurang.
- Malabsorbsi
Malabsorbsi adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak mampu menyerap nutrisi dan kalori pada makanan maupun minumakan yang dikonsumsi.
Kondisi ini biasanya dialami oleh penderita pencernaan seperti cystic fibrosis.
DINDA
Editor : Imron Arlado