Jawa Pos Radar Mojokerto - Ketika sedang mengalami perasaan jatuh cinta, wajar jika seseorang memberikan perhatian lebih dan perilaku yang romantis kepada kita. Tetapi, bagaimana jika orang-orang tersebut hanyalah berpura-pura?.
Karena, terdapat juga beberapa orang yang hanya berpura-pura jatuh cinta agar dapat mencapai keinginannya.
Para korban dari pelaku love bombing akan dibuat mabuk cinta hingga pelaku dapat mengatur kehidupan si korban semaunya. Perilaku tersebut merupakan istilah dari love bombing.
Lalu, apa itu love bombing? berikut penjelasannya!
Baca Juga: Bupati Mojokerto Albarraa Raih The Best Regional Champion 2025
Pengertian Love Bombing
Love bombing adalah perilaku manipulasi seseorang dalam bentuk verbal yang berperilaku sedang jatuh cinta, padahal tidak. Love bombing termasuk dalam bentuk pelecehan secara psikologis dan emosional.
Love bombing dapat terjadi karena si pelaku tidak sadar atau tidak sengaja melakukan hal tersebut.
Serta, perilaku love bombing tidak hanya dialami oleh sepasang kekasih, tetapi juga bisa kepada sesama anggota keluarga.
Perilaku love bombing ini terjadi karena rasa tidak aman, tidak bisa mempercayai seseorang, serta tergantung kepada orang lain.
Baca Juga: Inovator Digital Religius bagi Generasi Muda
Para korban yang terkena love bombing ini biasanya memiliki rasa cemas yang tinggi, serta memiliki gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD).
Bila korban menolak cinta dari si pelaku love bombing, korban akan berada dalam posisi terancam dan dimaki-maki oleh pelaku.
Lalu, apa faktor yang membuat seseorang melakukan perilaku love bombing?
Faktor Penyebab Love Bombing
Perilaku love bombing dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya yaitu:
- Selalu merasa kesepian
- Selalu ingin memiliki hubungan dengan cepat
- Ingin memanipulasi seseorang
- Memiliki gangguan kepribadian narsistik
- Memiliki rasa tidak aman atau insecurity
- Budaya kasih sayang yang terlalu ekspresif dari keluarga
Baca Juga: Armada Rusak hingga Menunggak Pajak, Nasib Pahit Pemadam Kebakaran Kota Mojokerto
Tahapan Love Bombing
1. Mendekati atau Idolisasi
Tahapan pertama love bombing adalah membuat korban merasa spesial dengan kata-kata dan perbuatan yang manis. Korban akan dibuat jatuh cinta dengan pelaku karena menciptakan hubungan yang sempurna.
Baca Juga: Anggaran Ada, tapi Aspal Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto Mengelupas dan Bergoyang
2. Merendahkan
Setelah dekat dan nyaman dengan korban, pelaku akan membuat korban merasa terintimidasi dengan perubahan sikap yang menjadi dingin dan mudah emosi. Pelaku akan membuat korban merasa bersalah atas semua masalah yang terjadi dalam hubungan tersebut.
3. Meninggalkan
Ketika korban sudah nyaman dan pelaku mendapatkan apa yang ia inginkan, pelaku meninggalkan pasangan mereka. Ketika korban sudah bergantung dan sangat jatuh cinta pada pelaku, pelaku akan meninggalkan korban secara suka-suka. Korban akan merasa bingung dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Baca Juga: Lestarikan Sedekah Bumi, Wujud Syukur Hasil Panen Melimpah
Cara Menghadapi Pelaku Love Bombing
Hubungan yang sehat akan memberikan kebebasan berekspresi satu sama lain dan bebas melakukan apa saja tanpa ada batasan. Namun, jika pasangan kamu memberikan perhatian lebih atau posesif, kamu bisa mengungkapkan uneg-uneg atau isi hati kamu yang mengganjal kepadanya. Karena, komunikasi adalah hal yang paling penting dalam hubungan.
Setelah kamu mengeluarkan uneg-uneg atau isi hati kamu, kamu bisa melihat reaksi dari pasangan kamu.
Jika pasangan kalian terbuka dengan isi hati kamu, kalian berdua dapat menyelesaikan masalah atau mencari jalan keluar. Tetapi, jika reaksi pasanganmu emosi dan marah, kamu perlu mempertimbangkan hubungan tersebut.
Baca Juga: Edarkan Narkoba, Kurir Ekspedisi dan Residivis di Mojokerto Diringkus
Ketika kamu sudah sadar bahwa hubungan kamu adalah toxic relationship atau hubungan yang toksik, maka sebaiknya kamu harus cepat-cepat menyudahi hubungan tersebut.
Selain itu, tetap berpendirian teguh dan jangan sampai goyah dengan kata-kata manis yang dilontarkan oleh pelaku love bombing.
Karena, jika memulai hubungan dengan pelaku love bombing, bisa saja akan berakhir dengan kekerasan dan pelecehan, baik secara fisik maupun emosional yang menguras energi.
Baca Juga: 18 CJH Kabupaten Mojokerto Berangkat Kancrit
Itulah istilah dan cara menghadapi love bombing. Bagaimana menurutmu? RENO
Editor : Imron Arlado