JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perempuan merupakan manusia yang tak mudah mengungkapkan perasaan melalui lisan. Tak heran jika perempuan merupakan manusia yang unik.
Perempuan tidak akan ragu untuk mengungkapkan setiap perasaannya melalui sikap marah, menangis, dan bahagia jika diperlukan. Meski hanya disebabkan masalah sepele.
Namun perempuan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perasaan orang lain. Beberapa penelitian juga mengungkapkan akan kepekaaan dan empati perempuan pada emosi orang lain.
Perlu dipahami mengapa perempuan sering dianggap lebih emosional karena dipengaruhi beberapa faktor.
- Wanita tentu berbeda dengan laki-laki. Perempuan pasti mengalami siklus perubahan hormon berupa menstruasi, hamil, dan monopause. Tentunya perubahan hormon ini akan mempengaruhi suasana hati bahkan emosinya. Yang mengakibatkan mudah marah, sedih, dan cemas.
- Banyak sekali tuntutan sosial yang dibebankan kepada perempuan. Seperti harus menjadi ibu yang baik, istri yang sholihah dan penyayang, bahkan perempuan yang sukses. Banyaknya tuntutan ini mengakibatkan tekanan yang berefek pada setres dan emosi yang tidak stabil.
- Seperti penjelasan sebelumnya perempuan lebih cenderung mengungkapkan sesuatu dengan sikap emosional, yang tentu berbeda dengan laki-laki.
Karenannya sebagai perempuan perlu mengendalikan emosi dengan sehat. Berikut beberapa cara untuk mengendalikan emosi dengan baik.
1. Sadari penyebab timbulnya emosi
Cara pertama dalam mengendalikan emosi sebagai perempuan dengan mengenali pemicu timbulnya emosi. Misalnya dengan memikirkan apakah marah yang timbul disebabkan suatu kejadian atau adanya frustasi dari hal kecil.
Sehingga menyadari perasaanmu akan suatu amarah akan menjadi kunci awal dalam mengendalikan emosi.
2. Gunakan tekni pernapasan sebagai cara menenangkan diri
teknik pernapasan dapat menjadi alat ampuh untuk menenangkan diri. Teknik yang cukup banyak digunakan adalah dengan teknik pernapasan 4-7-8.
Berikut cara melakukannya:
- Pertama: tarik nafas dalam melalui hidung dengan kurun waktu 4 detik.
- Kedua: tahan nafas kurang lebih 7 detik.
- Ketiga: buang nafas perlahan-lahan melalui mulut selama 8 detik.
- Keempat: ulangi cara tersebut sampai kamu merasa lebih baik.
3. Memikirkan efek yang akan ditimbulkan
Cobalah untuk berfikir terlebih dulu sebelum emosi meluap-luap. Tujuannya untuk menghindari penyesalan setelahnya.
4. Gunakan kegiatan positif untuk menyelurakan emosi
Tentunya emosi yang menumpuk karena dipendam terus-menerus akan meledak nantinya. Karenanya perlu untuk menyalurkan emosi dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti yoga, olahraga, bersih-bersih, dan berjalan-jalan.
5. Belajar untuk memaafkan diri dan orang lain
Mendendam dan menyimpan dalam-dalam rasa sakit tentunya akan membuat emosi semakin buruk. Karenanya perlu untuk belajar memaafkan mulai dari hal-hal kecil yang ada disekililing kita, baik itu untuk memaafkan diri sendiri maupun orang lain.
Memaafkan adalah salah satu langkah kecil namun memiliki efek besar pada diri kita. Karena setiap langkah kecil yang kita ambil dalam proses perjalanan hidup tentu akan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik.
Editor : Imron Arlado