Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Awal Tahun, DBD di Kabupaten Mojokerto Tembus 54 Kasus

Khudori Aliandu • Rabu, 16 April 2025 | 14:35 WIB
PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melakukan fogging bersama masyarakat di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, seiring meningkatnya kasus DBD di lingkungan warga, Senin.
PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melakukan fogging bersama masyarakat di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, seiring meningkatnya kasus DBD di lingkungan warga, Senin.


Gus Barra Ajak Warga Gencarkan PSN 3M Plus
KABUPATEN - Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto masih perlu diwaspadai seiring dengan bermunculannya kasus. Bahkan, per awal April ini Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat trennya tembus 54 kasus.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, kasus DBD belakangan memang masih perlu diwaspadai oleh masyarakat. Sebab intensitas hujan yang pada awal April ini masih terjadi. ’’Saat ini dan beberapa pekan ke depan kasus DBD masih perlu diwaspadai oleh masyarakat karena masih sering hujan,’’ ungkapnya.
Sebagaimana evaluasi tiap tahunnya, intensitas hujan yang terjadi membuat nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang seiring bermunculannya genangan air di lingkungan masyarakat. Di sisi lain, kesadaran masyarakat melakukan pemberantasan juga rendah. ’’Tetapi biasanya tren mulai menurun. Jika mengacu tahun lalu tren kenaikan terjadi di tiga bulan awal,’’ tuturnya.
Benar saja, sesuai data dinkes, terang Agus, tren kasus DBD bulan ini menurun jika dibandingkan bulan sebelum-sebelumnya. Jika pada April ini tercatat tiga kasus, pada Maret lalu ada empat kasus. Sedangkan pada Februari tembus 34 kasus dan Januari 13 kasus. ’’Jadi totalnya per minggu ini ada 54 kasus DBD di Kabupaten Mojokerto. Mengacu data dinkes puncak-puncaknya kasus DBD ada di Februari, ada 34 kasus,’’ tandasnya.
Dinkes bersyukur, sejauh ini tidak sampai memakan korban jiwa. Itu setelah setiap kasus yang terjadi di tengah masyarakat langsung bisa mendapat penanganan medis secara cepat dan terukur. Baik oleh fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas maupun rumah sakit. Termasuk gerak cepat fogging yang dilakukan langsung Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa pada Senin (14/4) juga bagian dari penanganan cepat agar kasus DBD tidak semakin merebak.
Sambil melakukan fogging, Gus Barra juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat fogging sendiri hanya efektif untuk nyamuk dewasa, sedangkan untuk jentik dan telur nyamuk hanya bisa diatasi dengan tindakan pencegahan melalui 3M, yakni Menguras tempat penampungan air secara teratur, Menutup rapat tempat air, dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat genangan air. ’’Sekarang lagi musimnya DBD, jadi masyarakat harus berhati-hati. Terutama untuk potensi-potensi yang mengakibatkan terjadinya jentik-jentik,’’ ungkap Gus Barra saat proses fogging berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, puskesmas juga diminta lebih giat lagi untuk mengajak masyarakat melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus. Selain menguras dan menyikat, menutup penampungan air, masyarakat juga harus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Demam Berdarah (DBD) #DBD anak #Pemkab Mojokerto #Fogging berantas DBD #gus barraa