RSUD RA Basoeni, Kabupaten Mojokerto kian berkembang dan inovatif dengan sejumlah layanan kesehatan yang dihadirkan. Terbaru, rumah sakit milik daerah ini meluncurkan unit pelayanan dialisis sekaligus inovasi Konsultasi Kesehatan Daring (Kring Bazz), kemarin (19/3) oleh Bupati Muhammad Albarraa. Unit dialisis di RSUD RA Basoeni tersebut merupakan layanan cuci darah.
Bupati Muhammad Albarraa mengatakan, pelayanan baru di RSUD berada di utara sungai ini menjadi kebutuhan prima yang didambakan masyarakat. ’’Sehingga diharapkan dari pelayanan yang baru ini, RSUD RA Basoeni dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal lagi bagi masyarakat, utamanya masyarakat di wilayah utara sungai,’’ katanya.
Hadirnya pelayanan dialisis dan Kring Bazz di RSUD RA Basoeni, lanjut Gus Barra, merupakan salah satu wujud komitmen dan upaya Pemkab Mojokerto dalam memberikan layanan kesehatan. Yang mana, hal tersebut merupakan layanan dasar bagi masyarakat. ’’Sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme rumah sakit dan tenaga kesehatan. Dalam rangka menciptakan pelayanan oleh nilai-nilai intelektual, etika dan moral, serta tanggung jawab terhadap profesi yang diemban,’’ tuturnya.
Berbicara mengenai peningkatan kualitas hidup masyarakat, menurut dia, peningkatan pelayanan di bidang kesehatan adalah salah satu tujuannya. Hal itu sebagaimana tercantum dalam sistem kesehatan nasional. Yakni, tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. ’’Karena mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal termasuk salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional,’’ paparnya.
Oleh karenanya, Gus Barra berharap, dengan diresmikannya kedua layanan anyar ini, civitas hospitalia RSUD RA Basoeni dapat meningkatkan animo masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Sekaligus, meningkatkan cakupan pelayanan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit pelat merah tersebut. ’’Ini menjadi bentuk konkret RSUD RA Basoeni dalam membangun kepercayaan masyarakat atas kualitas pelayanan,” pungkasnya. (oce/ris/adv)
Editor : Hendra Junaedi