Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tujuh Pasar Hewan di Mojokerto Kembali Dibuka, Disperta Klaim Penularan Kasus PMK Aman

Farisma Romawan • Jumat, 31 Januari 2025 | 14:30 WIB

SERENTAK: Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto menyemprotkan disinfektan di area pasar hewan di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, kemarin.
SERENTAK: Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto menyemprotkan disinfektan di area pasar hewan di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, kemarin.
 

KABUPATEN – Setelah dua pekan di-lockdown, tujuh pasar hewan di Kabupaten Mojokerto resmi dibuka. Sejak Rabu (29/1), ketujuh pasar telah beroperasi kembali menjajakan hewan ternak, khususnya sapi dan kambing. Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat mewabah kini bukan lagi ancaman bagi peternak setelah pasar disterilkan selama 14 hari.

 ’’Pasar hewan sudah buka lagi mulai tanggal 29 Januari kemarin. Kami nyatakan aman dari penularan virus PMK setelah ditutup selama 14 hari,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah kemarin.

 Meski sudah dinyatakan aman dari penularan PMK, namun disperta tetap memantau situasi di tujub pasar. Utamanya, di dua pasar milik Pemkab Mojokerto. Masing-masing, di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, dan Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang.

 Sebab, kedua pasar ini kerap menjadi jujukan utama peternak dan penjual dalam bertransaksi. Sehingga lalu lintas hewan ternak perlu diawasi agar penularan virus PMK tidak lagi merebak. ’’Kami terus melaksanakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak. Jika ditemukan ada ternak yang terjangkit, akan langsung kami isolasi dan evaluasi terhadap keseluruhan area pasar,’’ terangnya.

 Di sisi lain, pihaknya juga gencar memberikan vaksin bagi hewan ternak agar terhindar dari penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Khususnya hewan ternak yang selama ini belum tersentuh vaksinasi. Dari program vaksinasi masal yang berlangsung sejak 15 Januari lalu, 2.700 ekor sapi dan kambing telah disuntikkan vaksin antigen. Sehingga tubuhnya kebal terhadap serangan virus. Dengan vaksinasi tersebut, Tutik mengklaim kasus penularan PMK menurun drastis.

 Dari 376 ekor sapi yang terdeteksi, 321 ekor di antaranya dinyatakan sembuh. Atau tersisa 55 ekor yang masih dalam proses isolasi penyembuhan. ’’Vaksin yang kami miliki masih tersisa 500-an. Akan tetap digencarkan terhadap hewan ternak yang sama sekali belum tersentuh vaksin,’’ tandasnya.

 Sebelumnya, tujuh pasar hewan yang di-lockdown telah disterilisasi dengan penyemprotyan disinfektan di seluruh area pasar. Penyemprotan berjalan selama dua hari pasca ditutup. Selain dua pasar milik pemkab, lima pasar lain turut tersentuh disinfektan.

 Meliputi, pasar hewan Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet; pasar hewan Desa Beratkulon dan Mojodadi, Kecamatan Kemlagi; pasar hewan Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo; serta pasar hewan Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pasar hewan #kabupaten mojokerto majapahit #lockdown #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)