Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Waspadai, Banyak Hewan Kurban yang Terjangkit Virus

Farisma Romawan • Minggu, 16 Juni 2024 | 20:56 WIB

UJI KELAYAKAN: Tim Dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto memeriksa satu persatu hewan kurban di lapak pedagang, sejak 3 hingga 13 Juli lalu.
UJI KELAYAKAN: Tim Dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto memeriksa satu persatu hewan kurban di lapak pedagang, sejak 3 hingga 13 Juli lalu.
 

 KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 10 hewan kurban yang dijual bebas di lapak hewan kurban ditemukan dalam kondisi tidak sehat.

Sebagian besar hewan bahkan terjangkit penyakit menular yang diakibatkan oleh virus. Sehingga kondisinya melemah dan tidak layak dikurbankan pada perayaan Idul Adha, Senin (17/6) besok.

 Dalam pemeriksaan hewan kurban yang digelar tim dokter hewan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto pada 3-13 Juli lalu, terungkap 10 hewan ditemukan terjangkit tiga penyakit yang diakibatkan virus.

Mulai dari rhinitis atau alergi hingga mengeluarkan cairan dari hidung, sebanyak tiga ekor sapi.

 Kemudian enam ekor kambing mengalami keropeng pada mulut atau Orf (ecthyma contagiosa) yang disebabkan virus parapox. Dan terakhir, satu ekor kambing yang terkena scabies atau kudis yang disebabkan tungau sarcoptes scabiei yang hidup di lapisan kulit.

 ’’Yang tidak layak kurban, mulai dari rhinitis tiga ekor, lalu Orf sebanyak enam ekor, dan scabies atau kudis satu ekor. Kami larang pedagang menjualnya ke konsumen,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Kabupaten Mojokerto, Tutik Surjaningdyah, kemarin.

 Atas temuan tersebut, 10 hewan harus diisolasi dan diobati agar tidak menular ke hewan yang lain.

Sepuluh hewan kurban tersebut juga dilarang dijual dan dikurbankan lantaran kondisinya yang tidak sehat. ’’Harus dipisahkan dan diobati. Meskipun tidak membahayakan, tetapi bisa menular antarternak. Sehingga kambing atau domba yang menderita penyakit tampak lesu, kurus dan kulit kelihatan tidak sehat,’’ tandasnya.

 Dalam melakukan pemeriksaan, tim dokter hewan disperta berkeliling ke lapak-lapak pedagang selama 11 hari, mulai 3 hingga 13 Juni kemarin.

Sebanyak 2.017 ekor hewan kurban diperiksa satu persatu di 53 lapak yang tersebar di 18 kecamatan. Terdiri dari sapi sebanyak 730 ekor, kambing 784 ekor, dan domba 503 ekor.

 Pemeriksaan kesehatan ini meliputi area luar tubuh hewan. Seperti, kulit, mata, mulut hingga kuku kaki. Serta pemeriksaan dalam, seperti gigi susu dan dubur yang kering sebagai tanda hewan kurban sehat dan layak konsumsi.

’’Kami berikan surat keterangan untuk kesehatan hewan kurban pada lapak yang sudah dilakukan pemeriksaan,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Imron Arlado
#kabupaten mojokerto majapahit #idul adha #kambing #hewan kurban #Hewan kurban bebas penyakit #kurban