RADAR MOJOKERTO – Hingga kini obat-obatan herbal masih jadi pilihan masyarakat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Beragam jenis produk herbal pun banyak dijual bebas di pasaran. Sehingga kita mesti cermat agar produk herbal yang dipilih membawa khasiat untuk kesehatan tubuh.
Pasalnya, memilih obat herbal yang tidak tepat justru berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal.
Jadi, jangan sembarangan memilih dan mengonsumsi obat herbal. Berikut lima cara memilih obat herbal yang baik dan benar.
1.Kenali merk
Dari banyaknya produk herbal yang beredar luas, pilih yang produksi telah terstandar.
Semisal, obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. Bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi.
2.Periksa label
Bacalah label pada kemasan dengan seksama. Misalnya, mengenai kandungan bahan obat di dalam label, tanggal produksi pembuatan, dosis yang seimbang.
Maupun efek samping yang akan ditimbulkan, sertifikat keamaman dari pihak terkait, proses produksi dan lain sebainya.
3.Cek Izin Edar
Diwajibkan untuk mengecek izin edar produk obat herbal. Supaya bisa diketahui dan dapat menjamin keamanan ketika mengonsumsi produk tersebut.
Penting untuk membeli produk obat-obatan yang terdaftar di BPOM RI karena dengan begitu telah terjamin aman untuk dikonsumsi.
4.Cek Kadaluwarsa
Sebelum dikonsumsi, cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk obat herbal. Untuk memastikan produk tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak.
Sebab jika seseorang mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa, justru akan berdampak buruk pada kesehatan.
5.Periksa Kemasan
Pemeriksa kemasan untuk memastikan produk masih higenis. Alangkah baiknya tidak mengkonsumsi obat herbal yang kemasannya telah rusak.
Pilihlah kemasan produk yang tidak penyok, cacat, maupun menggelembung.
Keputusan untuk memilih produk obat herbal perlu disesuaikan dengan beberapa faktor. Seperti efek klinis yang telah terbukti berkhasiat dan didukung dari hasil penelitian yang terstandar.
Serta efek samping dan risiko penggunaan yang rekatif minim. Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat herbal dalam jangka panjang. (diajeng maharani)
Editor : Hendra Junaedi