Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sebulan, Ratusan Warga Kota Mojokerto Terserang ISPA

Rizal Amrulloh • Selasa, 12 September 2023 | 19:55 WIB

ribuan-warga-terserang-ispa
ribuan-warga-terserang-ispa
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 800 warga Kota Mojokerto terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sebulan terakhir. Cuaca ekstrem di musim kemarau menjadi salah satu pemicu.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Farida Mariana mengungkapkan, ISPA secara umum disebabkan karena infeksi virus atau bakteri.

Namun, teriknya cuaca di musim kemarau tahun ini juga semakin menambah jumlah warga yang terjangkit.

”Karena adanya perubahan iklim atau iklim yang ekstrem ini kan daya tahan tubuh jadi turun ya. Jadi, gampang banget kena (ISPA),” terangnya kemarin.

Karena itu, dalam sebulan terakhir jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan. Dinkes PPKB mencatat, selama Agustus jumlahnya mencapai 800 kasus.

Dari angka tersebut, ISPA menempati urutan empat besar penyakit yang paling banyak ditangani di seluruh puskesmas se-Kota Mojokerto.

Farida mengatakan, gejala ISPA ditandai dengan munculnya keluhan menyerupai flu.

Sehingga, penyakit yang menyerang sistem pernapasan atas ini lebih rentan dialami balita dan anak-anak.

”Gejala kayak flu biasa, akhir-akhir ini memang agak banyak,” urainya.

Dari 800 kasus, sekitar 19,8 persen atau 159 kasus di antaranya dialami bayi usia 0-4 tahun.

Selebihnya menyerang usia anak usia 5-14 tahun (194 kasus), dewasa 15-44 tahun (146 kasus), dan selebihnya dialami lansia.

Diperkirakan, jumlah kasus akan bertambah di bulan September ini akibat cuaca panas. Untuk mengantisipasinya, tandas Farida, cukup dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Termasuk diimbangi dengan menjaga pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup. ”Karena panasnya ekstrem, harus banyak minum air putih juga,” tandas dia.

Di samping itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan memakai masker. Karena untuk menghindari paparan debu dan penularan virus.

”Misalkan di lingkungan kerja atau sekolah ada yang flu kan cepat banget nular. Di sini fungsi masker masih sangat relevan,” pungkas Farida. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #ispa #warga #mojokerto