Inovasi tersebut diwujudkan dalam program Gerakan Masyarakat Peduli Gangguan Jiwa (Gema Liga).
Inovasi tersebut digelar untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan penanganan ODGJ dan keluarganya. Mulai dari proses penemuan ODGJ, merawat, hingga mereka bisa kembali dinyatakan produktif.
Program Gema Liga dilaksanakan lewat penyuluhan dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor di Posyandu Jiwa setiap desa.
“Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus baru dan kekambuhan pasien ODGJ,” kata Kepala Puskesmas Modopuro Edi Gandiriyanto.
Program ini diharapkan berdampak langsung kepada pasien ODGJ dan keluarga. Dengan dibentuknya program inovasi ini cakupan pelayanan kesehatan jiwa dapat meningkat.
Sebab, Gema Liga memberikan pendampingan lebih intensif dan menjadikan pasien ODGJ hidup lebih produktif.
’’Pengobatan rutin pasien ODGJ lebih teratur, terkendali dan terpantau dikarenakan adanya kerja sama petugas kesehatan, keluarga dan lintas sektor dalam pemantauannya,” papar Edi.
Pasca digulirkannya program ini, diakui Edi, kepedulian keluarga dan masyarakat akan ODGJ lebih meningkat. Masyarakat bisa melaporkan langsung kepada puskesmas Modopuro jika mendapati ODGJ.
Nantinya, petugas dari puskesmas akan turun bersama bidan desa, dan lintas sektor. ’’Penanangananya tergantung kebutuhan pasien ODGJ. Bila dia hanya depresi dan membutuhkan motivasi, ya kita berikan motivasi. Dan pastinya kita berikan obat,” terangnya.
Program inovasi ini sudah berjalan sejak Februari lalu. Sekitar 54 pasien telah ditangani.
Berkat program ini, dampak sosial yang terjadi adalah pasien ODGJ menjadi lebih kooperatif karena merasa diperhatikan. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah