Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof dr Soekandar dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo, Sp. A mengatakan untuk menciptakan rasa nyaman pada masyarakat, rumah sakit pelat merah ini menciptakan pelayanan baru untuk proses antre obat bagi pasien rawat jalan. Hal ini juga bertujuan untuk memotong waktu tunggu pasien saat mendapatkan obat. ’’Saat ini masih dalam proses uji coba. Jadi output-nya adalah memotong waktu tunggu serta membuat pasien menunggu menjadi nyaman,’’ ujarnya.
Pelayanan ini digulirkan sebagai solusi dari dampak pembangunan gedung yang sedikit banyak berpotensi menimbulkan gangguan kenyamanan. Menurutnya, dengan keterbatasan ruang ini, pihaknya tak ingin pasien menunggu dengan kondisi tak nyaman. ’’Kami tidak ingin masyarakat menunggu dalam kondisi berjubel dan tidak nyaman. Sehingga, direktur dan tim manajemen RSUD Prof dr Soekandar saat ini menyiapkan dan mengoptimalkan lobby sebagai zona yang hommy. Sehingga, pasien terpusat di lobi sebagai zona pengambilan surat kontrol, dan pengambilan obat,’’ paparnya.
Dokter spesialis anak ini menambahkan, untuk pelayanan obat rawat inap, rumah sakit tipe B ini tengah berproses untuk menerapkan one stop service. Di mana, pasien hanya tinggal menunggu di kamar, tanpa harus ke kasir depan dan farmasi untuk ambil obat. Sebab, nantinya bakal ada petugas RSUD yang menghampiri ke kamar dengan perangkat EDC (Qris) untuk pembayaran sekaligus membawakan obat yang akan dibawa pulang. ’’Intinya kami ingin melayani masyarakat dengan cepat dan tanpa ribet. Sehingga bisa menjamin kepuasan dan membawa kemudahan bagi masyarakat,’’ tandasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah