“Awal mula kena serangan jantung sekitar bulan Oktober 2022. Ketika itu mengalami sesak napas dan sulit untuk bernapas, kebetulan juga punya riwayat penyakit hipertensi, karena merasa khawatir terjadi sesuatu, keluarga membawa saya ke IGD Rumah Sakit Islam Hasanah Mojokerto,” ungkap Jaidun.
Tidak berselang lama dari pemeriksaan di IGD, Jaidun harus menjalani rawat inap untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan. Jaidun berterimakasih atas pelayanan cepat dan nyaman yang didapatnya selama di rumah sakit. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada penyempitan di bagian pembuluh jantung saya yaitu sebesar 80% rusak dan harus dipasang ring untuk melancarkan darah dan oksigen. Sempat terpikir waktu itu, untuk pasang ring jantung biayanya sangat mahal, karena fasilitas rumah sakit belum ada pemasangan ring jantung, saya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Alhamdulillah selama di rumah sakit tidak mengeluarkan biaya, semua dijamin oleh BPJS Kesehatan,” cerita Jaidun
Berbekal rujukan, Jaidun didampingi keluarga dibawa ke rumah sakit. Setelah proses administrasi, Jaidun langsung dibawa ke ICU rumah sakit. “Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Saya langsung dipasang dua ring jantung sekaligus. Selama tiga hari saya berada di ruang ICU, mendapati pelayanan yang sangat baik, dokter dan perawat juga ramah-ramah siap membantu saya. Saya pernah mendengar dari media sosial bahwa untuk pemasangan satu ring jantung biayanya sekitar 80-an juta rupiah padahal saya dipasang dua ring. Bersyukur semuanya ditanggung Program JKN dan saya tidak ada keluar biaya sama sekali," imbuhnya.
Jaidun dan keluarga merasa bersyukur dengan pengobatan yang dijalani, kondisi kesehatan Jaidun terus makin membaik. Menurutnya, fasilitas yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum. Ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik. “Kondisi saya berangsur makin membaik dan sudah diperbolehkan pulang, namun tetap harus menjalani kontrol secara berkala. Saya sangat bersyukur telah menjadi peserta yang menjadi penyelamat pengobatan saya,” tuturnya.
Jaidun yang kesehariannya bekerja sebagai pekerja swasta ini telah merasakan manfaat dari kehadiran BPJS Kesehatan. Dia berharap BPJS Kesehatan tetap terus berjalan dengan baik. Menurutnya sehat itu mahal harganya dan sakit tidak tahu kapan datangnya, dengan memiliki kartu JKN biaya pelayanan kesehatan akan terjamin. “Mungkin untuk masyarakat yang belum menjadi peserta segera daftarkan diri anda menjadi peserta BPJS Kesehatan, karena dengan menjadi peserta secara otomatis kita ikut gotong-royong membantu mereka yang membutuhkan. Dengan begitu Insya Allah, hidup kita akan lebih berkah dalam menjalaninya” ucap Jaidun
Jaidun berterima kasih dan memahami bahwa keberlangsungan BPJS Kesehatan salah satunya dapat terwujud melalui dukungan peserta dalam memenuhi kewajiban membayar iuran JKN. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN. Sebagai peserta, saya wajib untuk mematuhi ketentuan salah satunya berkomitmen membayar iuran dengan tepat waktu agar BPJS Kesehatan tetap berjalan,” tutupnya. (rn/gy/jamkesnews.com) Editor : Fendy Hermansyah