Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes Pesimistis Capai Target Pendapatan

Fendy Hermansyah • Selasa, 27 September 2022 | 18:51 WIB
PELAYANAN: Petugas kesehatan UPT Puskesmas Pandan memeriksa kondisi pasien, beberapa waktu lalu. Tahun ini, capaian pendapatan BLUD 27 puskesmas di kabupaten masih rendah. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
PELAYANAN: Petugas kesehatan UPT Puskesmas Pandan memeriksa kondisi pasien, beberapa waktu lalu. Tahun ini, capaian pendapatan BLUD 27 puskesmas di kabupaten masih rendah. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
BLUD Puskesmas Baru Sentuh 63 Persen

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dinas Kesehatan (dinkes) memprediksi target pendapatan daerah badan layanan umum daerah (BLUD) puskesmas tak bisa terpenuhi. Pasalnya, delapan bulan berjalan, capaian pendapatan baru menyentuh 63 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, periode Januari-Agustus ini, pendapatan daerah yang bersumber dari BLUD di 27 puskesmas masih minim. Sebab, dari target Rp 40,2 miliar, hingga kini baru sekitar Rp 25,5 miliar yang masuk ke kas daerah. ’’Januari sampai Agustus baru bisa terpenuhi 63,34 persen. Sekitar Rp 25,5 miliar yang masuk ke kas daerah,’’ ujarnya.

Plt Direktur RSUD RA Basoeni ini memaparkan, minimnya pendapatan yang diperoleh tahun ini dikarenakan terkendala layanan BPJS Kesehatan. Saat ini, pengobatan di puskesmas lebih banyak melayani masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan. Sedang preminya, dibayarkan ke APBD melalui universal health coverage (UHC). ’’Masih rendahnya penghasilan ini, karena pelayanan sekarang sudah ditangani pembayarannya dengan BPJS. Sehingga, perolehan retribusi pelayanan BLUD di puskesmas berdampak,’’ ungkapnya.

Dikatakannya, nilai retribusi pelayanan BLUD yang diterima 27 puskesmas pun bervariasi. Itu bergantung dari jumlah kunjungan pasien per hari. Menurut Ulum, hanya ada beberapa faskes saja yang masih mempertahankan nilai retribusi BLUD tinggi. ’’Yang biasanya nilai retribusinya masih tinggi di Puskesmas Pacet, Trawas, Pandan, Manduro. Yang lainnya, 90 persen pasien sudah pakai BPJS, jadi kesulitan untuk mencapai target, apalagi ini sudah mau akhir tahun,’’ bebernya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Puskesmas Kemlagi ini menuturkan, pihaknya pesimistis tahun ini target pendapatan daerah dari BLUD puskesmas bisa tercapai 100 persen. Dengan sisa waktu tiga bulan, Ulum menyebut perkiraan target pendapatan BLUD puskesmas hanya bisa terealisasi 95 persen saja. ’’Sesuai perkiraan kami, tahun ini hanya bisa terpenuhi sampai 95 persen saja. Karena, memang kunjungan di beberapa puskesmas merosot, jadi agak sulit untuk mendongkrak pendapatan agar sesuai target,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#target pendapatan #blud puskesmas