Menjaga kekompakan dan soliditas teamwork dalam sebuah organisasi tak sekadar didapat dari materi keilmuan semata. Selama mengikuti Jamp Camp 2026, Karang Taruna (Katar) dan Satuan Perlindungan (Satlinmas) Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto juga diajak membangun kerja sama melalui beragam fun game.
SETELAH malam sebelumnya, Sabtu (17/10), berdiskusi melalui forum sharing session, keesokan harinya, Minggu (18/10), katar dan satlinmas menyambut pagi dengan fun game. Kompak mengenakan kaus warna putih dan hijau tua, pagi itu mereka memadati venue di antara tenda camp yang ditempati, di Camping Outdoors Dolanan (COD) Tegal Klopo, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Didampingi tim Majaventure Mojokerto, selama mengikuti fun game, warga lintas generasi ini terlihat lebih fresh. Keakraban, kegembiraan, dan soliditas mereka lebih baik dari sebelumnya. Interaksi terjalin apik. Rasa kekeluargaan jauhlebih hangat. Dan kebahagiaan terpancar di antara para peserta.
Kepala Desa Jampirogo Dony Budi Setiawan bersama perangkat desa juga turut berbaur bersama katar dan satlinmas. ”Pada hari kedua Jamp Camp 2026, kita sengaja menggelar fun game. Tujuannya, untuk membangun kerja sama dan kolaborasi antara satu sama lain dalam berorganisasi,” ujar Dony.
Setidaknya ada tiga game yang disajikan pagi itu. Pertama, ice breaking. Game ini bertujuan untuk mencairkan suasana, ketegangan, atau rasa bosan, agar peserta lebih rileks, nyaman, dan akrab. ”Mereka kita bagi dalam beberapa tim. Dalam satu timnya melibatkan semua unsur. Ada dari katar, satlinmas, dan perangkat desa,” imbuhnya.
Berikutnya, setiap tim diajak mengikuti game piramida glass atau permainan menyusun gelas membentuk piramida menggunakan benang yang dikendalikan masing-masing peserta. ”Game ini sekaligus melatih fokus, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi antara mata dan tangan,” paparnya.
Sementara pada tahap terakhir, mereka disuguhi game webbing estafet atau yang dikenal sebagai modifikasi moving webbing alias memindahkan lingkaran tali. Dony menegaskan, game ini memiliki arah dan tujuan yang jelas. Yakni melatih kerja sama, menjalin komunikasi efektif, serta mengasah kemampuan untuk memecahkan sebuah masalah. ”Problem solving itu penting. Bagaimana nantinya teman-teman katar dan satlinmas terbiasa mencari solusi terbaik saat menemui kendala atau masalah dalam menjalankan organisasi,” tukas Dony.
Dalam fun game yang berlangsung selama 2 jam tersebut, para peserta pun tampak enjoy. Pola kerja sama dan inisiatif untuk membantu satu sama lain terbangun cukup kuat. Karena itu dari tiga game yang diikuti, semua tim mampu melewatinya dengan baik. Kendati sebelumnya di antara pesertasempat mengalami kesulitan dan harus mengulang game dari awal.
”Yang lebih penting itu setelah mereka mengikuti Jamp Camp 2026 ini. Harapannya, mampu mengaplikasikan ilmu, pengalaman, dan bangunan kerja sama. Lebih kompak lagi dalam menjalankan roda organisasi. Baik di dalam katar maupun satlinmas. Ini tak lain semata demi pembangunan dan kemajuan Desa Jampirogo tercinta,” tandas Dony.
Davina, salah satu peserta Jamp Camp 2026 menuturkan, ia bersama peserta lainnya sangat menikmati fun game yang dipandu tim Majaventure Mojokerto. Terlebih, di setiap game-nya, memiliki makna dan goal yang sama. Yaitu membangun sebuah kerja sama, memperkuat kolaborasi, dan menyolidkan teamwork untuk meraih tujuan bersama. ”Bagi saya ini pengalaman baru. Acaranya menarik, keren, dan manfaatnya jelas. Semoga ke depan Desa Jampirogo semakin jaya, maju, dan lebih solid lagi,” paparnya. (ris/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto