Desa Wiyu, Kecamatan Pacet: Getol Budayakan Literasi dan Lestarikan Seni Karawitan

Martda Vadetya • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 03:03 WIB
BERBUDAYA: Anak-anak di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet belajar seni karawitan didampingi mahasiswa Unesa.
BERBUDAYA: Anak-anak di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet belajar seni karawitan didampingi mahasiswa Unesa. 

​Membudayakan literasi dan melestarikan kesenian tradisional terus digencarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Upaya pemberdayaan dengan membuka ruang edukasi ini sekaligus menjadi bagian dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan berbudaya. 

SECARA berkala, pemberdayaan ini konsisten dilakukan Pemdes Wiyu untuk generasi muda dan anak-anak di tiga dusun. Berbagai pihak digandeng untuk berbagi ilmu dan wawasan. Seperti yang dilakukan bersama mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru-baru ini. 

​Ruang belajar bagi anak-anak dibuka lebar. Mereka diajak menjalani beragam pembelajaran menyenangkan guna mendongkrak sekaligus membudayakan literasi. Mulai dari English fun class, lapak baca, fun reading, hingga mendongeng. 

”Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk mahasiswa dan kampus untuk memberikan manfaat langsung kepada warga. Terutama, dalam bidang pendidikan untuk menumbuhkan minat baca dan pelestarian kesenian daerah,” ujar Kepala Desa Wiyu Nur Kholis, Kamis (6/8). 

Selain mengasah keterampilan baca tulis, ​para generasi muda turut diajak melestarikan warisan budaya leluhur. Mereka diajarkan sekaligus mempraktikkan beragam instrumen seni karawitan. Langkah ini, menurut Nur Kholis, sekaligus untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kesenian daerah. ”Menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian tradisional juga untuk generasi muda,” terangnya. 

Menurut Nur Kholis, langkah konkret dalam pemberdayaan SDM ini menjadi salah satu prioritas Pemdes Wiyu, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan warga di tiga dusun. ​”Program ini diupayakan untuk bisa terus berjalan, sehingga dampak positif yang diberikan berkelanjutan bagi kemajuan desa,” pungkasnya. (vad/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
rubrik desakita seni karawitan kabupaten mojokerto desa wiyu kecamatan pacet